Showing posts with label sahabat. Show all posts
Showing posts with label sahabat. Show all posts

Tuesday, February 14, 2012

Butuh Bantuan Nafas Buatan Darimu

Sebuah lagu yang kudengar pertama kali saat sedang bersama pacar seorang teman perempuanku, pada suatu malam minggu, pada konser musik. Berdiri bersisihan, hanya ada aku dan dia, tanpa teman perempuanku...

Percayakah kau bila ku katakan
Aku nggak pernah bisa tergila-gila
Percayakah kau bahwasannya
Nggak ada cerita buatku jatuh cinta

But you really amaze me
You give me some good fantasy

Kau buat aku bergetar dan jantungku berdebar
When i'm standing so close to you
My head spinnin' around
Butuh bantuan nafas buatan darimu

Kau buat aku bergetar dan lututku gemetar
When i'm standing so close to you
My head spinnin' around
Butuh bantuan nafas buatan darimu

Steven Jam - Nafas Buatan


#Menghormati Hari Pengingat Untuk Saling Mengasihi

Monday, November 28, 2011

Sekali Lagi Nonton 3 Idiots

Seorang best friendku, menjomblo seumur hidupnya. Di usia yang sama denganku, dia belum pernah sekalipun pacaran. Kalau ada hal yang paling kuinginkan untuk dia. Itu adalah agar dia bisa segera memiliki pacar. Seorang pacar untuknya dan tentunya juga seorang lelaki lain untuk jadi pacarku...

Hari ini, sebuah pesan masuk di ponselku. Seseorang yang sudah lama kutaksir, tiba-tiba mengirimkan pesan padaku. Senang? PASTI. Dia menanyakan kabarku pada dua sms pertama, hanya untuk kemudian mengalihkan pembicaraan pada “Eh, minta no telpon temanmu yang kapan hari dong?”

Dan DUARRRRR........ dunia kecilku menjadi sedikit tidak stabil.

Aku teringat pada sebuah kalimat di film 3 Idiots,

Kita sedih saat kita lulus dengan peringkat penutup, Lebih sedih lagi kalau nama best friend kita tidak ada disana, tetapi tidak ada yang dapat mengalahkan rasa sedih saat best friend kita itu menjadi peringkat pertama saat kita hanya bisa masuk di urutan terakhir.

Kupikir-pikir, rasaku hari ini, kurang lebih seperti itu.

Friday, June 3, 2011

Pilem Korea Paling Sedih

Hari itu di kantin kantor, aku dan teman makan siangku sedang berdebat ttg pilem India yang sedang berkuasa. Ketika entah mengapa, pembicaraan kami berakhir pada sebuah cerita pilem korea yang baru2 ini aku tonton. Sebuah film yang kupilih atas rekomendasi salah satu teman perempuanku di kos berisik Karang Menjangan. Film Korea paling sedih.

***
Beberapa hari sebelumnya, Aku dan kedua teman perempuanku melonjak kegirangan. Seorang sahabat lama yang sekarang menetap di Bandung transit di Karang Menjangan dalam perjalanannya ke Bali. Sesuai daftar pesanan yang sdh dilist dari jauh2 hari, aku mendapat tas jeans kecil, teman perempuanku-1 dapat cardigan, dan teman perempuanku-2 dapat setumpukan CD bajakan hahay... (*salahkan pilihan pilem XXI dan 21 yang kebanting parah kalu dibandingin sm pilihan pilem-bajakankan-goes-to-mall. NGELES mode on).

Dari judulnya sih udah jelas yah, nih cerita bukan ttg tas jeans baruku atau cardigan baru teman perempuanku-1. Ini tentang CD Bajakan teman perempuanku-2.
Maka ketika sang teman lama melanjutkan perjalanannya ke Bali, kami langsung marathon pilem asing bajakan, tepatnya Korean and Thai Movie. Every little thing call love, Bangkok Traffic Love Story, dll yang aku lupa judulnya... Salah satunya adalah film Korea paling sedih yang pernah ku tonton.

***
Mengapa paling sedih? karena bahkan saat aku belum menghapal nama2 pemain yang muncul. Aku sudah meneteskan air mata dan itu terus berlangsung hingga akhir cerita. Ceritanya tentang.. hmmmmm.. aku lupa.. huaaah... Jujur, smp film itu berakhir, aku tidak hapal nama pemainnya, bahkan tidak cukup mengerti jalan ceritanya..Jd mengapa aku bisa menangis?
sederhana, teman perempuanku-2 yang menonton bersamaku, selaku pemberi ide dipilhnya film itu (aka: sudah pernah nonton 2 kali sebelumnya), menangis secepat film itu dimulai. Dan karena aku terkenal sebagai orang yang senang meniru, maka, menangislah kami berdua dengan volume keras, di tengah malam, di lantai 2 kos, di awal film yang ceritanya masih gag jelas.............

***
Sumpah, aku belum pernah menangis sekeras itu demi sebuah film Korea. Dan karenanya, kuputuskan bahwa film yang aku lupa judulnya itu adalah film korea paling sedih yang pernah ku tonton. Secara dia bisa membuatku menangis ala artis bollywood hanya dengan melihat tulisan judul di awal film.. ckckckck...

***
Psssstttt....aku masih belum ingat judul film itu hingga hari ini...


powered by janiratna

Sunday, April 17, 2011

status seorang teman di FB

aku sedang tenggelam dalam kisah swan, sebuah komik tua tentang penari balet jepang, diiringi getaran halus komuter yang aku tumpangi.
Ketika seorang pria dewasa datang dan berdiri sambil berpegang pada tiang di depanku.
Depanku, bukan depan temanku-1, juga bukan temanku-2 (padahal  posisi mereka lebih dekat ke pintu masuk)
Tp bukan penumpang komuter yang baik kalu sampe aku mengeluh ttg itu.
Maka kulanjutkan tenggelam dalam swan, si tokoh utama pria sedang merayu dan menarik si tokoh utama perempuan dari keramain..
Ketika,
“mbak, minus matanya berapa?” sebuah pertanyaan, yang pastinya untuk aku, karena tidak ada yg memakai kacamata selain aku di deretan itu.
“2” jawabku sambil tersenyum seadanya…
(karena percakapannya agak panjang,kubuat seperti catatan biasa yah )
Pria (aka pria menggantung) :“wah parah yah? Karena apa tuh?”
Perempuan (aka aku): “iya suka baca buku”
Pria: “eits, itu bukan karena suka baca, tapi karena cara membaca yang salah”

Pria: “masih kuliah?”
Perempuan:”kerja”
Pria:”dimana?”
Perempuan:”rungkut”
Pria:”tinggal disana?”
(perempuan mengangguk sambil tetap membaca buku, masih pada si tokoh utama pria sedang merayu dan menarik si tokoh utama perempuan dari keramain..)
Pria:”mbak asalnya darimana? Jawa  atau?”
Perempuan:”luar pulau, Sulawesi”
Pria:”ooo agama apa? Muslim?”
Perempuan:”Kristen”
Pria:”hmmm yohanes, raja-raja bukan?”
Perempuan:”iya...bapak agama apa?”
Pria:”muslim, tapi saya banyak tau, rajin membaca, wawasan saya luas” (baca: saya bukan penganut paham pembedaan suku, agama ,ras dan antar golongan)
Perempuan : “ohhhh” (holoooooh pembicaraan ini arahnya kemana sih?)
Pria:”hmmm sudah punya pendamping?”
Preeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet

*****

Kejadian serupa di bus jurusan Perak-Bungurasih
Temanku (perempuan ) sedang terkantuk2 sambil mendengarkan mp3 pada kuping kirinya ketika sebuah suara pria menyapanya dari sisi kanan.
Pria:”baru pulang kuliah atau kerja?”
Perempuan:”eghhh saya? Oh kerja.”
Pria:”orang luar pulau yah?”
Perempuan:”iya”
Pria:”agama apa?”
Perempuan:”Kristen”
Pria:”oalah, saya islam…”
Perempuan;”oh…” (jadi kenapa??? Sambil memindahkan headset ke telinga kanan-kira2 artinya sudah dulu yah pak, saya mau dengar musik)
Pria:”gag diantar pacarnya” (baca: sudah punya pacar?), ucap si bapak yg sepertinya gag bisa baca rambu2 komunikasi.
Perempuan:”dia lagi sibuk” (sambil membatin… oh MG….)
*****
Saya jd teringat pada status seorang teman di fb, kira2 bunyinya seperti ini.
"jumlah pria dewasa di Indonesia jauh lebih banyak dari jumlah  perempuan dewasa"
menurut dia, bila dilakukan perhitungan kasar, maka seorang perempuan dewasa Indonesia  bisa memiliki 2 suami.
Dengan memperhitungkan kasus yg sudah terjadi, bahwa beberpa pria berumur masih semangat mencari istri  muda dan jumlahnya kadang lebih dari satu.
Maka seorang  perempuan dewasa yang belum pernah menikah,bisa memiliki 3 orang suami.
Jadi, tidak heran juga. Apabila sekarang pria dewasa mulai kelabakan mencari istri.
Tapi, mengapa mesti di komuter, atau di bus kota?
plisssssssssss deh..Tdk perlu segitunya kaleee om….

stay strong sangbaine

seorang temanku meninggal hari ini temanku yang adalah suami dari temanku juga masih muda pastinya anak2nya juga masih kecil2 sekali ada tig...