aku sedang tenggelam dalam kisah swan, sebuah komik tua tentang penari balet jepang, diiringi getaran halus komuter yang aku tumpangi.
Ketika seorang pria dewasa datang dan berdiri sambil berpegang pada tiang di depanku.
Depanku, bukan depan temanku-1, juga bukan temanku-2 (padahal posisi mereka lebih dekat ke pintu masuk)
Tp bukan penumpang komuter yang baik kalu sampe aku mengeluh ttg itu.
Maka kulanjutkan tenggelam dalam swan, si tokoh utama pria sedang merayu dan menarik si tokoh utama perempuan dari keramain..
Ketika,
“mbak, minus matanya berapa?” sebuah pertanyaan, yang pastinya untuk aku, karena tidak ada yg memakai kacamata selain aku di deretan itu.
“2” jawabku sambil tersenyum seadanya…
(karena percakapannya agak panjang,kubuat seperti catatan biasa yah )
Pria (aka pria menggantung) :“wah parah yah? Karena apa tuh?”
Perempuan (aka aku): “iya suka baca buku”
Pria: “eits, itu bukan karena suka baca, tapi karena cara membaca yang salah”
…
Pria: “masih kuliah?”
Perempuan:”kerja”
Pria:”dimana?”
Perempuan:”rungkut”
Pria:”tinggal disana?”
(perempuan mengangguk sambil tetap membaca buku, masih pada si tokoh utama pria sedang merayu dan menarik si tokoh utama perempuan dari keramain..)
Pria:”mbak asalnya darimana? Jawa atau?”
Perempuan:”luar pulau, Sulawesi”
Pria:”ooo agama apa? Muslim?”
Perempuan:”Kristen”
Pria:”hmmm yohanes, raja-raja bukan?”
Perempuan:”iya...bapak agama apa?”
Pria:”muslim, tapi saya banyak tau, rajin membaca, wawasan saya luas” (baca: saya bukan penganut paham pembedaan suku, agama ,ras dan antar golongan)
Perempuan : “ohhhh” (holoooooh pembicaraan ini arahnya kemana sih?)
Pria:”hmmm sudah punya pendamping?”
Preeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet
*****
Kejadian serupa di bus jurusan Perak-Bungurasih
Temanku (perempuan ) sedang terkantuk2 sambil mendengarkan mp3 pada kuping kirinya ketika sebuah suara pria menyapanya dari sisi kanan.
Pria:”baru pulang kuliah atau kerja?”
Perempuan:”eghhh saya? Oh kerja.”
Pria:”orang luar pulau yah?”
Perempuan:”iya”
Pria:”agama apa?”
Perempuan:”Kristen”
Pria:”oalah, saya islam…”
Perempuan;”oh…” (jadi kenapa??? Sambil memindahkan headset ke telinga kanan-kira2 artinya sudah dulu yah pak, saya mau dengar musik)
Pria:”gag diantar pacarnya” (baca: sudah punya pacar?), ucap si bapak yg sepertinya gag bisa baca rambu2 komunikasi.
Perempuan:”dia lagi sibuk” (sambil membatin… oh MG….)
*****
Saya jd teringat pada status seorang teman di fb, kira2 bunyinya seperti ini.
"jumlah pria dewasa di Indonesia jauh lebih banyak dari jumlah perempuan dewasa"
menurut dia, bila dilakukan perhitungan kasar, maka seorang perempuan dewasa Indonesia bisa memiliki 2 suami.
Dengan memperhitungkan kasus yg sudah terjadi, bahwa beberpa pria berumur masih semangat mencari istri muda dan jumlahnya kadang lebih dari satu.
Maka seorang perempuan dewasa yang belum pernah menikah,bisa memiliki 3 orang suami.
Jadi, tidak heran juga. Apabila sekarang pria dewasa mulai kelabakan mencari istri.
Tapi, mengapa mesti di komuter, atau di bus kota?
plisssssssssss deh..Tdk perlu segitunya kaleee om….