Monday, November 21, 2011

Untuk Dia yang Sedang Berada Entah Dimana

Tahu gak, menunggu itu menjengkelkan?

Sudah hampir 2 tahun aku menunggu kamu tanpa ada yang menemani

Kalau ditotal, sudah hampir 26 tahun aku luntang lantung tanpa kamu

Kemana ajah sih?


Tahu gak, menunggu itu makin menjengkelkan kalau orang yang ditunggu tidak jelas

Tidak jelas siapa

Tidak jelas dimana

Tidak jelas lagi bikin apa

Tidak jelas lagi sama siapa


Tahu gak, menunggu sendiri tanpa ada yang menemani itu lebih menjengkelkan lagi

Gak tau mau bikin apa

Waktu terasa lambat berjalan

Selalu dihantui pertanyaan tentang pikiran orang yang melihatku sendiri

Tetapi yang paling buruk adalah "si Mungkin" yang sangat menakutkan

Mungkin kamu sudah lewat tetapi lupa singgah


Jadi,

Kalau kamu sedang membaca pesan ku ini

Tolong dong,

Jangan lama-lama disana

Aku sudah terlalu lama menunggu kamu


BURUAN! ATAU AKU KABUR....

Thursday, November 17, 2011

Bukan Cinta yang Salah

Sepotong percakapan di kursi kuningan depan bandara.

“Nanti jangan lupa sms kalau sudah mendarat”

“Lupa yah kalau aku tidak boleh sms?”

"Huft......", hanya ada helaan nafas untuk menjawab pertanyaan itu...

“Tiketnya gak ketinggalan kan?”

Sosok di kanan kursi lalu sibuk membuka postman bag-nya

“Ada kok”

“Baguslah... “

Dan hening untuk waktu yang cukup lama.

“Besok jangan lupa ngatur jam weker yang kubelikan kemarin, aku gak akan bisa bangunin kamu lagi”, ucap sosok di kanan kursi.

“Hmmm...”, Hanya ada gumaman sebagai jawaban.

“Aku serius. Kamu sudah telat empat kali loh bulan ini”

“Iyyaaa....”, akhirnya sebuah kata menjadi jawabnya dan hening lagi.

“Serius.... aku gak akan bangunin lagi. Kamu harus biasakan diri ngatur jam weker kalau tidak mau gajimu dipotong lagi bulan ini”

Dia yang diberi nasihat hanya mengangguk tanpa suara dan juga tanpa menoleh menatap lawan bicaranya.

Sosok di kanan kursi lalu melirik ponsel yang berkedip2 merah dan mengeluh.

Dia sudah tahu isi pesan yang masuk tanpa perlu membacanya.

“Udah waktunya aku pergi”, ucapnya sambil meraih ponsel dan melemparkannya ke dalam posman bag-nya. Berdiri, dia merapikan baju dan menoleh ke sisi kiri kursi.

“Gak usah ngantar ke dalam. Kita berpisah di sini saja”, ucapnya pada sosok di kiri kursi ketika melihat dia ikutan berdiri merapikan celananya.

“Aku berangkat sekarang” ucapnya lagi sambil berbalik pergi.

“Sampai jumpa lagi?”, ucap sosok di kiri kursi pada punggung menjauh di depannya. Kalimat yang membuat sosok menjauh itu seketika berhenti namun tidak menoleh.

“Sampai jumpa lagi?.. Kamu sadar tidak, kalimat mu itu bernada tanya.. Bukan pertanyaan tetapi juga bukan janji “

“Kadangkala” , lanjutnya “Akan lebih baik bila tidak mengucapkan apa-apa...”, ucapnya lagi sambil berlalu pergi.

Sosok di kursi itu berlari mengejar, menarik postman bagnya lalu menarik dia kepelukannya.

“Aku akan sangat merindukanmu”, ucapnya pada rambut sosok yang hendak berlalu pergi itu.

“Aku juga akan merindukanmu", balasanya, "Tetapi waktu akan membuat rindu itu perlahan menghilang hingga akhirnya kita akan saling melupakan. Seperti itulah dunia akan membentuk kita”, balas sosok yang hendak berlalu pergi pada punggung yang memeluknya. Dieratkannya pelukan itu sedikit lebih lama untuk kemudian melepaskannya.

“Selamat tinggal!”, ucapnya segera sambi berlalu pergi dan tidak menoleh lagi.


“Aku cinta kamu!”, ucap sosok yang ditinggalkan pada punggung yang berlalu pergi dan makin jauh.

“Apa yang salah dengan kalimat itu. Mengapa dunia memisahkan kita hanya karena kalimat itu”, ucapnya lebih pada angin.


Aku... yang berdiri tidak jauh dari mereka, mengamati dalam diam untuk kemudian berteriak

“CUT!”, dan berlari mendekat pada mereka berdua yang sudah lebih dulu kembali pada kursi kuningan.

“Gila, akting kalian bagus banget. Siapa pun yang melihat,pasti mengira kalian beneran lesbi. Perasaannya dapat banget. Good Job!”, ucapku pada mereka yang hanya dibalas dengan acungan jempol oleh Gadis dari kanan kursi sedangkan Dara di kiri kursi hanya menunduk.

“Okay, kita pindah ke lokasi selanjutnya yah”, ucapku lagi sambil melihat mereka bangkit berdiri dari kursi kuningan itu.

“Bang, move move!”, teriakku pada kameramen sambil berlalu pergi meninggalkan mereka berdua. Mengabaikan ekspresi sedih di wajah Dara, Pura-pura tidak melihat tangan Gadis yang meremas perlahan tangan Dara dengan erat di belakang punggung, jauh dari pemandangan orang lain.


Aku teringat pada salah satu scene dalam film yang kami buat ini. Pada satu dialog dalam scene itu.


Aku Cinta Kamu. Subjek Predikat Objek. Tidak ada yang salah dengan kalimat itu. Dan dunia pun tidak marah pada kalimat itu.

Hanya saja, Mengapa predikat Cinta yang dipilih saat subjek dan objeknya adalah Dara dan Gadis.

Sungguh bukan Cinta yang salah, bukan juga Dara atau Gadis.

Hanya saja, dunia yang kita hidupi ini, tidak ingin membiarkan seorang Dara mencintai Gadis.

Thursday, November 10, 2011

My Crazy Play-list

This day I want to tell a story about my play-list. Why? Because there is such a crazy thing going on with me when I put some new song to there.

***

Last Week.

An old friend called me on my cell phone in the morning.

A sentence from her was "have you heard the latest news?"

That was the kind of ohh-so-not-good-question right?

"what's news?", I said.

And her answer was "Your ex-boyfriend. He is going to marry, tomorrow morning"

Hmmmm.......I made myself trying to figure out, what day it was, when soft, but sure, I heard my play-list playing the Adele "Someone Like You".

***

Two days ago.

I found myself feeling bad for two days. I didn't know what's wrong or why, then my cell phone rang. I've got a message. One man's name appeared at the screen and there was his text too.

"I am serious. You have to have some breakfast! You need it!", And suddenly, I finally found what and the why answers. Those kinds of message that he sent me lately, make me felt that I am not the owner of my own life anymore.

Smile, I chose the option tool and clear the chat, all of his chat.

Then I put my cell phone on the table, pick my earphone and listening to my play-list and there a song from Kelly Clarkson "Mr. Know It All"

***

Today.

I find myself, browsing all day long. Trying to find a new sweet love song. Hopefully it will make a happy ending story for me at all. Let’s make a wish :)

Thursday, November 3, 2011

Sindrom Tuan Putri



Jenis penyakit yang tidak bisa ditemukan obatnya di sembarang apotik dan tidak bisa ditemukan penyembuhannya oleh para dokter spesialis. Sindrom Tuan Puteri.

Tentang si puteri yang menutup pagar tepat ketika dia melihat mu berjalan mendekat, can you please just let the gate open for five seconds because everybody will do the same.

Tentang si puteri yang berlalu pergi ketika kau sedang mengejarnya, I am so awesome big and the way you pretend to not see me is really unbelievable.

Tentang si puteri yang membiarkanmu menunggu selama 15 menit dan hanya berkata “ayuk” lalu berlalu pergi; tapi dia tidak bisa menunggumu, 2 menit sekalipun..

Tentang si puteri yang memasang senyum semanis gula saat berkata “bisa kok, nanti aku bantu bawakan” di depan para rakyatnya, lalu menambahkan “tapi nanti, ambil sendiri di tempatku” saat rakyatnya sudah berlalu pergi penuh kagum.
Dan saat kau ke tempatnya untuk mengambil titipanmu, dia hanya berkata “yah sudah dikunci lemarinya, besok ajah deh. Aku titip di security”, So what the hell with those help thing you mention before...

Seseorang yang selalu menjawab pertanyaan “Tadi aku mw minta tolong, tp gag jd, sms ku belum masuk yah?” dengan “oh sms yah?”, sambil buru2 cek hape “oh iya, aku belum baca, maaf aku tuh jarang bgt pegang hape”. Padahal di hari lain “aku tuh yah, kalau dengan hapeku bunyi, gag bisa tenang kalu gag cepat2 buka, sapa tau penting”. Feels like mine is oh-so-not-that- important so you don’t let yourself to mind it.

Just close your eyes, take a deep breath, count from one to ten and hope the miracle comes. Someday there will be a pill to make that princess syndrome could be heal.

N.B.: Or just buy a hammer and put it on her head. Maybe she will wake up from her dream.

Thursday, October 20, 2011

Lewat Angin


Ingin membisikkannya pada angin yang lewat di antara helai rambutku.
Mengalir keluar masuk pada mesin pendingin udara di kantorku.
Atau pada kipas angin yang berputar dengan berisik di kamar kost ku.
Tapi, akankah pesan itu sampai padamu.
Yang tak bernafas di kantorku, tak pula bernafas di kost ku..
Mmmm...tetapi karena rasa ini tak datang tiap hari.
Biar ku titip pesan ini pada angin-angin itu.
Sambil berdoa dalam hati..
Kekuatan rasaku akan membuat pesan ini sampai padamu.
Dimanapun kamu berada.

Aku Suka Kamu


#And I raise my hand to heaven. Dear God, Please let him hear it...

Seperti itu lah dirimu bagiku



Seperti cokelat berbentuk hati dalam kotak penuh hiasan.
Seperti amplop pink tertutup milik teman di samping kubikel, dititipkan padamu oleh kurir.
Seperti kedip kedip new message di layar handphone teman yang ketinggalan di kursi di sampingmu.
Seperti cetakan semen basah di jalan masuk rumah.

Seperti itu lah dirimu bagiku.
Menggoda namun terlarang...

Akankah kau menjadi milikku???

stay strong sangbaine

seorang temanku meninggal hari ini temanku yang adalah suami dari temanku juga masih muda pastinya anak2nya juga masih kecil2 sekali ada tig...