Wednesday, February 1, 2012

Just A Human Being

Bukan ingin belajar politik, bukan tentang tanah yang seharusnya milik siapa atau seharusnya dihuni siapa. Hanya ingin menulis tentang rasa nyeri yang merayap perlahan dalam hati saat membaca Kasus Mesuji. Saat melihat tubuh tertekuk kaku bersimbah darah dan lumpur, di kaki seorang petugas keamanan. Tentang kematian Made Aste seorang petani perkebunan di Mesuji. Tentang hak setiap manusia untuk mencari pekerjaan dan memperjuangkan mata pencahariannya. Tentang tanggungjawab manusia terhadap sesamanya manusia. Tentang hak hidup manusia tidak peduli seperti apa pun perwatakannya. Tentang penghargaan terhadap manusia yang bahkan saat sudah tidak bernafas pun, tetap bernama manusia, hanya saja tanpa nafas.

Mereka yang seharusnya menjaga keselamatan rakyat negara yang mereka jaga. Mereka yang seharusnya mempejuangkan keadilan bagi rakyat negara yang mereka bela. Mereka yang seharusnya meratakan kemakmuran bagi rakyat negara yang mereka bela.

Saat janji setia mereka, hanya tinggal kata-kata yang pernah terucap namun tidak untuk dipenuhi.

Tidak adakah rasa nyeri, merayap perlahan dalam hati saat melihat sesama manusia yang sudah kehilangan nafas namun masih juga dipermainkan?

Atau rasa takut pada waktu yang akan berhenti saat nafas pun tercabut dari raga. Saat manusia hanyalah manusia tanpa nafas sedangkan jabatan maupun kepentingan apapun ternyata tak seberharga itu.

Ataukah, mungkin lebih baik bila mereka bertukar posisi dengan Made Aste. Menjadi manusia tak bernafas. Mungkin, mereka harus mencoba terlebih dahulu, untuk tahu, bahwa jabatan maupun kepentingan apapun yang mereka perjuangkan hari ini, tidak jauh lebih berharga dari nafas.

Bahkan nafas seorang petani miskin bernama Made Aste sekalipun.

Tuesday, January 24, 2012

JOMBLO

Teman lamaku, 15 hari yang lalu tiba2 ganti profile picture di facebook. Yang semula hanya bolak balik antar foto ini atau itu yang menampilkan senyum manis di bibir seksinya. Berubah menjadi foto lain, tetap dengan senyum manis bibir seksinya namun dengan seorang wajah berjanggut memeluknya erat.

Dia sudah tidak jomblo lagi ternyata.

Aku kenal cowok itu. Seorang Cowok cakep yang terkenal playboy, rajanya gombal menggobal, yang sayangnya, sudah kuliah bertahun2 tetapi kagak lulus2 juga. Maka dengan berlagak Feni Rose, aku mengirimkan text kepada temanku yang juga mengenal mereka dan mungkin tertarik dengan perkembangan terbaru ini.

Jawabnya, “Oh yah? Emang gag ada cowok yang lain yah?”

Yang ku balas dengan pertanyaan, “Pilih mana, Akhirnya dapat cowok seperti dia atau ... malah end up, dapat cowok yang cakep kagak, kaya kagak, perayu juga kagak. Pilih mana?”

Dan jawabnya yang membuatku kemudian menjadikan pembicaraan ini sebagai tema, “Sudah kepalang jomblo menahun Jan. Jangan asal sambar saja”

Dan aku hanya bisa cengengesan menatap layar ponselku... make sense heh?

Monday, November 28, 2011

Sekali Lagi Nonton 3 Idiots

Seorang best friendku, menjomblo seumur hidupnya. Di usia yang sama denganku, dia belum pernah sekalipun pacaran. Kalau ada hal yang paling kuinginkan untuk dia. Itu adalah agar dia bisa segera memiliki pacar. Seorang pacar untuknya dan tentunya juga seorang lelaki lain untuk jadi pacarku...

Hari ini, sebuah pesan masuk di ponselku. Seseorang yang sudah lama kutaksir, tiba-tiba mengirimkan pesan padaku. Senang? PASTI. Dia menanyakan kabarku pada dua sms pertama, hanya untuk kemudian mengalihkan pembicaraan pada “Eh, minta no telpon temanmu yang kapan hari dong?”

Dan DUARRRRR........ dunia kecilku menjadi sedikit tidak stabil.

Aku teringat pada sebuah kalimat di film 3 Idiots,

Kita sedih saat kita lulus dengan peringkat penutup, Lebih sedih lagi kalau nama best friend kita tidak ada disana, tetapi tidak ada yang dapat mengalahkan rasa sedih saat best friend kita itu menjadi peringkat pertama saat kita hanya bisa masuk di urutan terakhir.

Kupikir-pikir, rasaku hari ini, kurang lebih seperti itu.

Wednesday, November 23, 2011

DOA

Aku suka lewat dekat tempat berdoa kantorku. Aku tidak pernah lupa menoleh kedalam ruangannya, saat disana hingar bingar oleh tawa maupun saat aku tak mendengar bunyi apapun dari sana. Khususnya saat-saat seperti ini, jam sepi sehabis makan siangku, saat semua orang masih sibuk dengan urusan makan siangnya masing-masing.

***

Seorang teman kantorku, satu-satunya yang memanggilku “cewek cewek”. Bapak pendiam yang datang di kantor pada pukul 7.20 am dan pulang pada pukul 4.30 pm... Tidak kurang tidak lebih. Tidak kenal terlambat tetapi juga tidak kenal lembur. Entah itu hari sibuk tutup buku atau tidak, dia selalu datang dan pergi pada jam itu.

Bapak bertubuh ringkih yang tidak pernah telat makan dan tidak pernah makan makanan yang aneh-aneh. Hanya sesekali suaranya terdengar dan bahkan tawanya pun hanya seperti bisikan.

Butuh waktu berhari-hari untuk ku tahu. Bahwa dulu tubuhnya lebih tambun, rambutnya lebih hitam,lebat dan terawat. Bahwa dulu dia adalah salah satu penyanyi terkenal di kantorku.

Dulu... Waktu dia belum diserang magg akut seperti hari ini.

***

Dia lah yang membuatku suka menoleh ke arah tempat berdoa kantor setiap kali aku melewatinya. Berharap ada dia disana, sedang berdoa pada Tuhannya.

Mungkin dia berharap dapat sembuh lagi, mungkin dia berharap dapat hidup lebih panjang dari dugaan setiap orang dan para dokter, mungkin dia berharap dapat merasakan lebih banyak kebahagiaan. Aku yakin ada banyak hal yang dibawanya dalam doa yang panjang dan khusuk itu.

***

Dan setiap kali kulihat dia begitu hanyut dalam doanya, aku selalu membawa doaku dalam hati untuknya pada Tuhanku. Agar doanya didengar dan dipenuhi oleh Tuhannya. Apapun itu.

***

“Mengapa hidupku baik-baik saja, padahal sudah seminggu aku tidak membaca Alkitab?”, tanyaku pada seorang teman, pada suatu hari yang indah..

Jawabnya, yang terus terngiang setiap aku lewat dekat tempat berdoa kantorku,

“Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkati mereka, dan terkadang, ketika kamu aman dan happy, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu”

***

Pasti ada seseorang disana yang selalu berdoa untukku dan untukmu, setiap kali dia teringat atau mungkin saat dia melihat namaku dan namamu di wall facebooknya. Berdoa pada Tuhannya, agar setiap harapku dan dirimu didengar oleh Tuhan kita masing-masing.

PASTI.

stay strong sangbaine

seorang temanku meninggal hari ini temanku yang adalah suami dari temanku juga masih muda pastinya anak2nya juga masih kecil2 sekali ada tig...