Thursday, October 20, 2011

ALL IS WELL WHEN I SEE YOU


Hariku berat. Menyelesaikan laporan keuangan kantor cabang yang sungguh berantakan. Mencari selisih pencatatan sambil bolak balik menelpon rekan di kantor cabang yang tidak selalu available. Mesin print yang memilih macet di hari yang salah dengan kerusakan yang tidak jelas. Jaringan internet yang serba moody, jalan enggak, jalan enggak...Dan saat ku pikir semua sudah selesai saat aku pulang ke kost.

 Warung makan samping kost, tutup lebih cepat.

Please don’t blame me if  my mood is going to be the bad one.

Namun di sanalah kau. Di jalan di depanku. Berhenti, menjulurkan kepala, tersenyum padaku dan menyapa “Hai”.
Bila kau bertanya padaku,”How’s life?”
Percayalah, aku akan bilang, “All is well”..
Dan aku tidak berbohong, karena ALL IS WELL WHEN I SEE YOU.

Wednesday, October 19, 2011

Namanya tidak lagi berawalan J

Masih ingat tulisan ku tentang nama Janiratna?
Pada bagian dimana aku berkata bahwa adikku pun kemudian diberi nama dengan huruf awalan J-John, mengikuti ku yang sudah kadung diberi awalan J-Janiratna...

Dia sekarang sudah duduk di bangku kuliah, sudah 9 tahun dari masa SD ketika nama lengkapnya dimulai dengan awalan J. Karena tepat ketika dia  akan menamatkan pendidikannya di bangku SD, kami sadar bahwa akte kelahirannya belum jadi, suatu kesempatan untuk memperbaiki kesalahan pemberian nama ini.

Maka kami saudara-saudaranya segera berubah menjadi super hero, memperjuangkan nama yang lain untuknya. Dan jadilah dia diberi nama Elthon John. Namanya tidak lagi berawalan J.

P.S.: Tetapi tetap saja, kami adalah dua mahluk aneh, si E dan si J di tengah mahluk-mahluk A...

As simple as that

Pesawat lepas landas, memberi pemandangan sawah  yang berubah menjadi pola hijau kecil di kejauhan. Pemandangan indah yang bisa kau lirik dari atas koran bacaanmu.
Tangis gadis yang duduk di sampingmu sudah mereda ketika kau menyempatkan diri merogoh saku belakang celana, mencari sapu tangan untunya. Sayang, hanya ada tissue motif sayap burung salah satu maskapai penerbangan disana. Lecek tapi bersih.
Gadis yang belum kau lihat wajahnya itu masih tertunduk dan bahkan tak menoleh ketika menerima tissue  darimu.
Dan  “Srottttt”, suara si Gadis membersihkan hidungnya, terdengar dari balik koran bacaanmu.

“Mengapa ada tissue pesawat G****A di  pesawat M*****I?”, tanya gadis itu tiba-tiba, sambil menjulurkan wajahnya dari sisi atas koran yang kau baca, dalam tawa.
“Sisa penerbangan kemarin!”,jawabmu
“Terimakasih yah... “, ucapnya sambil tersenyum manis.
"Iya......", jawabmu yang dibalasnya dengan senyuman masih dari atas koran bacaanmu.
"Kamu air mata buaya yah?”, katamu yang hanya dijawab dengan alis terangkat, membuatmu melanjutkan dengan kalimat penjelas
“Air matamu belum kering tetapi kamu sudah tersenyum”...
“Oh... aku orangnya sederhana. Menangis untuk hal yang sederhana dan dapat tersenyum lagi untuk hal yang sama sederhananya. As simple as that.” Jawabnya lagi masih dengan senyuman.
“Sederhana, seperti tersenyum untuk tissue, seperti menangis untuk pacar yang ditinggalkan?” tanyamu.
“Oh itu... “ kalimatnya terpotong oleh tawa yang panjang.
“Aku menangis justru untuk tidak adanya pacar yang sedih karena ku tinggalkan”, jawabnya sambil tersenyum dan kemudian tertawa lepas ketika melihat ekspresi heranmu.
Kau masih heran dan terpana ketika tiba2 dia memberi senyum, senyum seolah dia tahu, bahwa tadi pun, tak ada yang menangis untukmu.
“Mmmm tunggu”, katanya sekonyong2 sambil merogoh ke dalam tas tangannya,mencari sesuatu sambil terus berbicara.
“Bila suatu hari nanti kau pergi meninggalkan kota ini dan tak ada yang menangis karena kau tinggalkan. Telpon aku dan kau akan menemukan seorang yang sedih karena kehilangamu”,  ucapnya sambil menarik tanganmu dari koran, meletakkan kartu namanya di sana, memiringkan kepalanya lalu tersenyum untukmu.

Di luar sana, pola hijau kecil telah berubah menjadi awan. 

Awan, senyum dan kartu nama. Semuanya untukmu. Dan kau pun tersenyum, As simple as that.

Monday, October 17, 2011

Waktu akhirnya menjawab

Teringat pada dingin hari hujan, denganmu tertidur di pangkuanku, meninggalkan ku sendiri menatap ke jendela berkabut.. kita berdua di sofa hitam yang empuk.
Dan rasaku saat itu, tanya ku, akankah ini untuk selamanya? terabaikan oleh rintik yang perlahan menjadi badai.. apalagi olehmu, yang kedua pupilnya semakin tenang terlelap makin jauh dari bangunku.....

Hari ini, lama berselang sejak waktu itu, di sini tidak ada hujan, tidak ada sofa hitam yang empuk, juga tidak ada dirimu...
Waktu akhirnya menjawab...

Friday, August 12, 2011

Multilanguage

Setahu saya, istilah multilanguage diambil dari bahasa Inggris yang berarti kemampuan berbahasa dengan beberapa jenis bahasa yang beraneka ragam, sesuai keinginan. Tinggal tekan tombol language-option-dan tick bahasa pilihan, wollllaah maka bahasa berubah. Istilah ini, entah dipahami atau tidak, sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bangsaku.


                                                                         ***
Suatu hari dalam kesamaptaan penerimaan pegawai baru di kantor baruku, dalam pelatihan baris berbaris yang didampingi oleh seorang Pak Polisi.
Pak Polisi pendamping: "Siap grak!", maka kami semua sejumlah 57 peserta kesamptaan langsung bergerak dari posisi istirahat ke posisi siap.
Pak Polisi pendamping: "Langkah tegak maju jalan!", kami mulai berjalan dalam posisi tegak.
Pak Polisi pendamping: "Haluang kanang Grak!"... (note: dalam dialek Bugis, semua yang berakhir N dibaca NG)
Aku orang Toraja yang kebetulan mengerti masalah dialek bugis ini langsung belok kanan meninggalkan beberapa anggota kelompok yang kebingungan. Sebagian besar dari mereka berasal dari luar pulau.
Pak Polisi pendamping: " stop stop..!", kami otomatis berhenti.
Pak Polisi pendamping: "Berantakan! Kalian tidak pernah diajarin perintah haluang kah di SMA atau di  kampus dulu?"
Semua hening, tak ada yang mau berusaha menjawab pertanyaan tersebut. Tiba2 teman di samping kananku langsung mendekatkan kepalanya ke arahku dan berbisik, "Diajarin si Jan, tetapi namanya haluan bukan haluang" dan kita langsung terkikik dengan sempurna dalam barisan. Di jaman seperti ini, Si bapak polisi pendamping masih membaca haluan dengan dialek Bugis, namun dengan mudahnya menyelipkan kata stop dalam kalimat yang dia gunakan. Multilanguage.
                                                                       
                                                                         ***
Hal lain tentang baris berbaris di kesamaptaan adalah adanya waktu nge-snack setiap jam sholat. Dan karena kami dilokalisasi dalam area perumahan polisi maka kami dituntut untuk hidup seperti polisi. Makan berat atau sekedar makan snack selalu dipandu oleh Pak Polisi Pendamping yang akan memberi komando untuk berbaris, mengantri di depan pintu masuk, berjejer seperti bebek.
Saat Pak Polisi Pendamping mulai berteriak "makan siang" kami langsung membentuk barisan.
Saat Pak Polisi Pendamping mulai berteriak "snap" kami langsung membentuk barisan.
Saat... tunggu... "snap"? apa "snap" itu?.
Sungguh aku pikir itu bahasa Bugis hingga seorang teman dari Bugis memberi bocoran, ternyata "snap" bukan bahasa Bugis, itu adalah terjemahan bebas Pak Polisi Pendamping untuk "snack".... Multilanguage.

***
Saat baris berbaris di kantor, setiap sore sepulang dari pelatihan pegawai baru. Kali ini kami dipandu oleh kepala security. Sekali lagi, saya bertemu dengan si Multilanguage.
Pak Security: "Seperti yang kita ketahui, saat ini kita berkumpul untuk melakukan baris berbaris.Dan karena ini adalah latihan baris berbaris, maka saya minta kepada semua peserta untuk dapat menyediakan baju dan celana olahraga serta sepatu kes". Belajar dari kesalahan penafsiranku di kisah "snap vs snack" maka saya mencoba menebak, mungkin ini adalah kisah "sepatu kes vs sepatu kets" untuk pastinya nanti aku tanyakan pada si ahli bahasa bugis.
Pak security masih berkoar2 ketika teman di belakangku berbisik pelan, "sepatuku udah dibayar kes kok pak, gag pake nyicil", dan aku hanya bisa nyengir, aku tahu tebakanku tepat kali ini. Multilanguage.

Hebatkan orang2 di negeriku??? Proud to be an Indonesia People..  :)


powered by janiratna

Tuesday, July 19, 2011

Para Pencari Kerja

Long time no see right? Sungguh, aku sedih karena alasannya masih sama seperti hari2 kemarin. Tidak sempat. Seminggu lalu, aku masih menjadi pegawai PT HM Sampoerna, namun hari ini, seminggu kemudian, aku sudah menjadi Pegawai PT Pelindo IV. Kemarin aku anak Surabaya, sekarang ku bilang aku anak Surabaya yang nyantol di Makassar (sik ngotot ae jd wong Suroboyo)

Aku akan sedikit bercerita tentang tes Pelindo IV, mungkin kelak ada yang tertarik mengikuti jejakku ;) menjadi pegawai BUMN. Ada 5 tahap tes dengan 8 jenis tes yang dilakukan:
-Tes Berkas
-Tes Kemampuan akademik, Bahasa Inggris, dan Pengetahuan Umum.
-Tes Kompetensi
Tes Psikologis tertulis
Diskusi kelompok
-Tes Kesehatan
Tes Kesehatan
Tes Komputer
Tes Wawancara Managemen
-Tes Wawancara Direksi
Model Tesnya tepat seperti nama tesnya.

Let's talk about the detail.
Salah satu contoh pertanyaan pengetahuan umum yang saya terima adalah "Dimanakah Pangeran William dan Putri Kate melangsungkan pernikahannya?".... Believe me, waktu yang saya gunakan untuk menjawab pertanyaan ini lebih cepat daripada waktu yang saya habiskan untuk menelaah faedah pertanyaan seperti ini di masa depan saya kelak di Pelindo IV... N still " I found nothing"..
Karena aku anak akuntansi, maka pertanyaan substantifnya kira2 seperti "neraca saldo disebut juga dengan?". Pilihan jawaban yang disediakan adalah a) Income Statement, b) Balance Sheet, c) Cash Flow dan d)Owner's Of Equity... OmaiGod, ini mah harusnya masuk kategori soal bahasa Inggris, MENCARI TERJEMAHAN KATA-KATA SUKAR :)
Pertanyaan yang sungguh keterlaluan hehe

Tes Psikologis dan Tes Kesehatannya menyangkut semua jenis tes yang dapat dilakukan dalam ruang tertutup. Tdk perlu membeli sepatu olahraga apalagi handuk, disini gag ada acara lari keliling lapangan apalagi cerita berlari di treadmill... Tidur yang cukup, banyak minum air putih dan makan makanan sehat, adalah tips untuk menghadapi tes ini DAN BAWA BEKAL AIR MINUM ATAU SNACK...


Cukup tentang tes tertulis, kita cerita hal yg lain saja...

Ada sebuah cerita pada tes kesehatan, cerita tentang seorang teman seperjuangan yang kebetulan bertemu di pintu keluar kantor Pelindo IV, saat akan tes kesehatan. Bertiga, aku, dia dan kakak lelaki-ku, bersama2 ke RS Wahidin. Mengetahui aku dan kakakku orang Toraja, dia langsung bercerita tentang wajah khas orang Toraja.
“Dagunya itu loh. Sm jidatnya. Jangan sampai deh aku dikira orang Toraja hanya karena daguku besar. Dagu boleh besar,  tp jidat gag seluas lapangan terbang. Maklum aku orang Bugis”, ucapnya sambil tersenyum menggoda kakakku yang jidatnya memang luas “maaf yah kak, gag maksud menghina ”, tambahnya lagi dan kita bertiga pun tertawa ngakak.
Tiba di lobby RS Wahidin, kami menerima check list tes kesehatan. Ada banyak point tes yang harus dilakukan. Salah satunya adalah tes kejiwaan; Untungnya tes kejiwaan tidak masuk menuku hari itu, kalau tidak, bisa tidak lulus aku di tes itu . Namun pegawai CPNS Tana Toraja yang saat itu juga sedang Tes bersama kami, tidak lebih beruntung, mereka harus melalui tes tersebut. Singkat cerita aku akhirnya memenuhi semua point tersebut dan terpisah dengan teman baruku itu karena beda no antrian dan prioritas tes. Ketika aku akhirnya finish dan berjalan pulang tanpa sempat menyapa teman baruku itu (dia berada entah dimana) sebuah suara memanggilku dari gedung sebelah, Itu suara si teman baruku.
“darimana bu?” tanyaku bingung
“tes kejiwaan!”,jawabnya sambil melap keringat yang bercucuran, habis lari2 sih.
“laaaa, kita kan enggak. Itu hanya untuk pegawai CPNS Toraja”,jawabku sambil memeriksa check listnya.
“Serius lo? Sialan, aku dibodoh2in dong sama ibu berbaju kembang itu?”, jawabnya penuh emosi.
“Gag juga sih menurutku. Dia pasti tidak sengaja, mungkin mukamu mirip orang Toraja.”, kataku sambil berbalik pergi
“JANIIIIIIIIIIIIIIIIIII………………………… ”, teriaknya kesal dan aku hanya bisa tertawa ngakak…….

Tes wawancara. Salah satu pertanyaan pada wawancara tersebut adalah, “Bagaimana kalau kau sudah menikah dan harus mutasi ke luar kota padahal suamimu keberatan? Bagaimana posisi suami dan pekerjaan di hidupmu?” Jawabku, “Nanti cari suami yang siap jalan2 Pak, suami yang mencintai dan mengerti pekerjaan istrinya”. Tentu saja jawaban seperti itu mengundang pertanyaan seperti ini, “susah loh nyari suami seperti itu”. Sambil tersenyum aku menjawab, “Kalau gampang mah, saya sekarang sudah punya suami Pak hehehehe”.

Dan setelah semua tes itu. Disinilah aku sekarang, orang Toraja yang mengaku sebagai arek Suroboyo dan tersesat di Makassar. Welcome Pelindo IV.


powered by janiratna

Friday, June 3, 2011

Pilem Korea Paling Sedih

Hari itu di kantin kantor, aku dan teman makan siangku sedang berdebat ttg pilem India yang sedang berkuasa. Ketika entah mengapa, pembicaraan kami berakhir pada sebuah cerita pilem korea yang baru2 ini aku tonton. Sebuah film yang kupilih atas rekomendasi salah satu teman perempuanku di kos berisik Karang Menjangan. Film Korea paling sedih.

***
Beberapa hari sebelumnya, Aku dan kedua teman perempuanku melonjak kegirangan. Seorang sahabat lama yang sekarang menetap di Bandung transit di Karang Menjangan dalam perjalanannya ke Bali. Sesuai daftar pesanan yang sdh dilist dari jauh2 hari, aku mendapat tas jeans kecil, teman perempuanku-1 dapat cardigan, dan teman perempuanku-2 dapat setumpukan CD bajakan hahay... (*salahkan pilihan pilem XXI dan 21 yang kebanting parah kalu dibandingin sm pilihan pilem-bajakankan-goes-to-mall. NGELES mode on).

Dari judulnya sih udah jelas yah, nih cerita bukan ttg tas jeans baruku atau cardigan baru teman perempuanku-1. Ini tentang CD Bajakan teman perempuanku-2.
Maka ketika sang teman lama melanjutkan perjalanannya ke Bali, kami langsung marathon pilem asing bajakan, tepatnya Korean and Thai Movie. Every little thing call love, Bangkok Traffic Love Story, dll yang aku lupa judulnya... Salah satunya adalah film Korea paling sedih yang pernah ku tonton.

***
Mengapa paling sedih? karena bahkan saat aku belum menghapal nama2 pemain yang muncul. Aku sudah meneteskan air mata dan itu terus berlangsung hingga akhir cerita. Ceritanya tentang.. hmmmmm.. aku lupa.. huaaah... Jujur, smp film itu berakhir, aku tidak hapal nama pemainnya, bahkan tidak cukup mengerti jalan ceritanya..Jd mengapa aku bisa menangis?
sederhana, teman perempuanku-2 yang menonton bersamaku, selaku pemberi ide dipilhnya film itu (aka: sudah pernah nonton 2 kali sebelumnya), menangis secepat film itu dimulai. Dan karena aku terkenal sebagai orang yang senang meniru, maka, menangislah kami berdua dengan volume keras, di tengah malam, di lantai 2 kos, di awal film yang ceritanya masih gag jelas.............

***
Sumpah, aku belum pernah menangis sekeras itu demi sebuah film Korea. Dan karenanya, kuputuskan bahwa film yang aku lupa judulnya itu adalah film korea paling sedih yang pernah ku tonton. Secara dia bisa membuatku menangis ala artis bollywood hanya dengan melihat tulisan judul di awal film.. ckckckck...

***
Psssstttt....aku masih belum ingat judul film itu hingga hari ini...


powered by janiratna

stay strong sangbaine

seorang temanku meninggal hari ini temanku yang adalah suami dari temanku juga masih muda pastinya anak2nya juga masih kecil2 sekali ada tig...