sepertinya selama ini
saya sudah sering salah dalam berharap
lebih salah lagi dalam berdoa
ngakunya sih berharap, doanya sih meminta
tapi,
bila diadakan survei di dalam hati,
pasti dapat atau pasti tidak dapat?
yg menang pasti yang kedua,
"Pasti tidak dapat!"
see the point!
maka saat ini
mulai mencoba lebih baik
berharap dengan benar, berdoa dengan yakin
kalaupun nanti tidak dapat
artinya memang belum rejeki
namun segera berharap lagi dengan benar,
berdoa lagi dengan yakin,
untuk perjuangan setelah itu
tapi Tuhan,
untuk saat ini,
ijinkanlah anak-Mu ini sedikit was2, sedikit khawatir,
sambil berharap dan berdoa,
nanti pasti dapat!
Sebuah cara agar aku tidak berakhir sebagai si penerima satu talenta yang mengubur dan menyembunyikan talenta nya di dalam tanah. Sebuah cara agar aku menjadi si penerima satu talenta atau mungkin lebih, yang mengembangkan talentanya hingga makin bertambah dan terus bertambah... Mengapa "dari mata perempuan"? karena semua cerita ini, tentang dunia dari mata perempuan...
Thursday, July 30, 2015
Thursday, July 23, 2015
beruang terluka
Kupikir aku pathetic
Tidak bersyukur untuk kebahagiaan yang sebenarnya telah dimiliki
Lalu iri pada kebahagiaan milik orang lain
Tapi tidak mau berjuang untuk bisa memiliki kebahagiaan macam itu
Tapi,
Kalimat terakhir kurang tepat
Telah banyak aku berjuang
Lebih banyak dari sebagian mereka
Sebagian mereka bahkan memperolehnya sebelum berharap
Aku sudah melakukan banyak hal yang sebagian mereka belum pernah dengar
Yang bahkan tetap mereka tidak mengerti walau telah kuterangkan berkali-kali,
"tapi semua usaha yang dilakukan, belum membawa kebahagiaan macam itu"
Kecewa karena terus menerus gagal
Aku sedang pahit hati
Dan seperti beruang terluka
Aku mengangkat cakarku pada setiap yang mendekat
Pada yang hendak melukai lebih dalam
Pun pada yang hendak merawat luka-lukaku
Oh, sabarlah sedikit lagi,
Jangan marah saat kubentak,
Atau saat aku tertawa palsu pada becandamu
Aku sedang mencoba mengangkat puing-puing harga diriku
Mengobati lukaku dengan waktu dan doa dan harap
Karena kalimat ketiga tidak akan pernah berlaku untukku
Besok aku akan berjuang lagi
"maka semua usaha yang dilakukan, akan membawa kebahagiaan macam itu"
Tidak bersyukur untuk kebahagiaan yang sebenarnya telah dimiliki
Lalu iri pada kebahagiaan milik orang lain
Tapi tidak mau berjuang untuk bisa memiliki kebahagiaan macam itu
Tapi,
Kalimat terakhir kurang tepat
Telah banyak aku berjuang
Lebih banyak dari sebagian mereka
Sebagian mereka bahkan memperolehnya sebelum berharap
Aku sudah melakukan banyak hal yang sebagian mereka belum pernah dengar
Yang bahkan tetap mereka tidak mengerti walau telah kuterangkan berkali-kali,
"tapi semua usaha yang dilakukan, belum membawa kebahagiaan macam itu"
Kecewa karena terus menerus gagal
Aku sedang pahit hati
Dan seperti beruang terluka
Aku mengangkat cakarku pada setiap yang mendekat
Pada yang hendak melukai lebih dalam
Pun pada yang hendak merawat luka-lukaku
Oh, sabarlah sedikit lagi,
Jangan marah saat kubentak,
Atau saat aku tertawa palsu pada becandamu
Aku sedang mencoba mengangkat puing-puing harga diriku
Mengobati lukaku dengan waktu dan doa dan harap
Karena kalimat ketiga tidak akan pernah berlaku untukku
Besok aku akan berjuang lagi
"maka semua usaha yang dilakukan, akan membawa kebahagiaan macam itu"
Friday, June 19, 2015
cinta, hasrat dan keras kepala
Itu cinta yg membuat kita memilih pasangan jiwa.
Itu hasrat yg membuat kita berani melangkah ke pernikahan.
Tapi kadang,
Ketika emosi melanda,
Cinta dan hasrat itu seakan tdk cukup.
Hanya kekeras-kepalaan untuk tetap bersama.
Yg membuat seorang suami, yang sedang marah.
Kembali pulang ke ranjang istrinya di malam hari.
Kembali pulang ke ranjang istrinya di malam hari.
Walau hanya untuk sekedar beristirahat.
Walau hanya punggung bertemu punggung.
Dan ketika fajar menyingsing,
Mungkin mereka akan merundingkan gencatan senjata.
Atau,
Mungkin mereka masih akan melanjutkan perang sehari lagi.
Apapun itu, rumah tangga masih berdiri.
Dan ketika fajar menyingsing,
Mungkin mereka akan merundingkan gencatan senjata.
Atau,
Mungkin mereka masih akan melanjutkan perang sehari lagi.
Apapun itu, rumah tangga masih berdiri.
Karena perpecahan dalam rumah tangga pasti ada.
Tetapi kekeras-kepalaan untuk bertahanlah, yang akan menolong rumah tangga untuk tetap berdiri tegak.
Monday, April 20, 2015
Konvoi hari terakhir UAN SMA
Kena macet aku pas pulang kantor hari Rabu kemarin, sekali-kalinya lewat jalan samping lapangan ngehits-nya Kota Makassar, eh langsung ketemu macet.
Di depan ada belasan motor, di belakang malah ada puluhan motor. Anak SMA
lagi syukuran UAN hari terakhir, konvoi di jalanan besar Kota Makassar, bikin macet di seputaran lapangan ngehits-nya Kota Makassar.
“Damn! Penting banget yak anak SMA adakan acara konvoi hari
terakhir UAN?”, responku saat itu, yang secara tidak langsung, menunjukkan ketuaanku.
Kalau ini kejadian 10 tahun lalu, mungkin ceritanya akan
berbeda. Aku akan langsung celingak celinguk ngecek dari satu motor ke motor
lain, “ada yang kukenal kah?”, “ada yang cakep kah?”, terus kalau ada yang aku kenal,
langsung manggil2 norak, terus ikut konvoi deh. Mungkin.
Tapi dari respon pertamaku saat itu, aku sadar satu hal, aku
sudah menua, raga dan jiwa.
Artinya dulu pernah muda dong?
Artinya dulu pernah lulusan sma juga?
Artinya dulu pernah ikut konvoi ?
Iyya lah. Pernah muda, pernah lulus sma, tetapi gak pake
konvoi.
Untuk anak SMA jamanku dulu, bawa motor itu suatu kemewahan.
Sedang untuk teman se-SMA ku dulu, bawa motor itu suatu
kebodohan.
Ngapain bawa motor kalau jarak sekolah sama kamar tidur
hanya sepelemparan batu?
Ngapain konvoi kalau mau ke sekolah terdekat ajah, harus nyambung angkot sekali?
Sekolah berasrama di pinggir kota itu mah kayak gitu modelnya.
Boro-boro konvoi, habis UAN, kita malah sibuk-sibuk ngepak
baju kotor buat dibawa pulang ke rumah.
Boro-boro konvoi, habis acara perpisahan, kita langsung cuss
ke luar kota, ikut bimbel SPMB.
Boro-boro konvoi, semprot-semprot baju pakai piloks ajah gak
dibolehin sama kepala asrama.
Setelah kupikir-pikir.
Wajar juga sih responku rabu kemarin itu.
Kehidupan anak SMA sekarang terlalu berbeda dengan SMA ku
dulu.
Konvoi-konvoi, bikin macet, otak kosong #Upssssss
Friday, February 13, 2015
Rumah Ce7ujuh
Kemarin Minggu.
Si Suami lagi beberes halaman belakang.
Di tanah kosong yang "ceritanya" bakalan jadi dapur.
Kenapa pake kata "ceritanya"?
Yah gimana gitu yak.
Kita belum ada bayangan kapan rencana ini bisa kesampaian.
Pundi-pundi kami masih dalam tahap isi ulang.
Pesta kawinan kemarin sungguh menguras tabungan;
juga obsesi iphone suami istrian itu :))
Besides,
kami adalah penganut paham,
"Pamali melakukan renovasi rumah hingga konsep untuk keseluruhan rumahnya fix".
Vermak baju dua kali ajah kita gak mau, apalagi renovasi rumah?
Proposal master plan Rumah Ce7ujuh nya belum rampung,
Si Suami dan Si Istri masih belum satu visi misi.
So, renovasi masih akan jadi “ceritanya” sampai Rapat Umum Pemegang Saham Rumah Ce7ujuh selesai digelar. Titik.
Heboh banget yak?
Ya iyya lah, ini adalah rumah yang diimpikan sejak lama;
Jauh sebelum kami memutuskan untuk menikah :).
Waktu saya lagi heboh fitting gaun pemberkatan, milih makanan buat tamu, siapin playlist lagu di resepsi dan tetek bengek pernikahan lainnya.
Si Calon Suami malah heboh nyuruh Si Calon Istrinya (aka saya) buat nyari rumah idaman kami,
- Rumah milik sendiri
- Ukurannya cukup besar sehingga tidak perlu berlantai dua
- Halamannya harus luas
- Kalau bisa lokasinya di tengah kota
Tetapi namanya juga hidup, kenyataan tidak selalu sama dengan rencana.
Rumah seperti itu hanya ada untuk pengantin baru yang kaya minta ampun atau,
pengantin baru yang orang tuanya kaya minta ampun.
Karena kami bukan salah satunya :(
Maka kami memutuskan untuk nyari kontrakan dulu,
sambil nabung buat beli rumah.
Nah, pada suatu Sabtu sore, pas lagi nyari kontrakan.
Kami akhirnya menemukan calon rumah idaman kami.
Unit terakhir di sebuah kompleks perumahan, dibangun di suatu perkampungan tua, di tengah kota Makassar.
Rumah terakhir dari tiga puluh unit rumah dalam kompleks perumahan itu.
Model rumahnya biasa saja, tanahnya termasuk luas walau tidak seluas harapan kami, untunglah lokasinya sesuai harapan, harganyapun masih dalam radius kemampuan kami.
Yay!
Tetapi mas marketingnya kejam, kami harus menyetorkan uang tanda jadi di hari Senin.
Yang berarti, kami hanya diberi waktu sehari untuk melakukan survey lokasi.
Mana sempat?
Untung seorang teman yang bekerja di departemen kredit sebuah Bank, bersedia menolong kami.
Hari Senin pagi, sebelum kami resmi membayar uang tanda jadi, dia akan meminta Mas Appraisal kantornya untuk menilai perumahan itu, untuk kami, For Free.
And thanks God, semua berjalan sesuai harapan. Mas Appraisal memberi penilain safe, clear, and clean untuk perumahan kami.
Yay!
Problem one done!.
Masalah baru muncul lagi saat mencari KPR.
Duit buat DP gak nyampe 20% dari harga rumah, yang kata Developer, mengikuti standar dari pihak Bank.
Untunglah, temanku tadi, ngasih informasi yang menyejukkan hati.
Pemerintah ternyata memberi kelonggaran pemberian KPR dengan DP 10%, dengan syarat dan ketentuan, sebagai berikut:
Maka kurang dari seminggu, putusan KPR dengan DP 10% sudah keluar.
Yay!
Problem two done!.
Saat urusan Bank beres, giliran Developer yang buat masalah.
DP beserta biaya lain2 harus segera dibayarkan. Ini rincian biaya lain2nya:
- Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
- Bea Akad Jual Beli
- Bea Administrasi
- Bea Provisi Bank
- Bea Notaris
- Bea APHT
- Angsuran Pertama
- Biaya Asuransi Jiwa dan Kebakaran
- Biaya Balik Nama
- Biaya Peningkatan Hak dari HGB ke SHM
- Bea Materai
Maka, setelah doa berhari-hari, pinjam kesana kemari,
duit untuk menutupi biaya DP dan biaya lain2 akhirnya ditemukan;
Dapat tambahan biaya untuk up-grade pondasi pulak.
Terimakasih untuk kakak-kakak, adek-adek, dan koperasi kantor :* (cium satu-satu).
Yay!
Problem Three done!
Baiklah kembali ke Rumah Ce7ujuh.
Kemarin itu, Si Suami inisiatif bikin lantai semen darurat di belakang.
Kan kerja sendiri, jadi hemat!
Kan modalnya cuman sesak semen, jadi hemat!
Ada Istri manis yang pintar mijit pulak!
Si Suami lagi beberes halaman belakang.
Di tanah kosong yang "ceritanya" bakalan jadi dapur.
Kenapa pake kata "ceritanya"?
Yah gimana gitu yak.
Kita belum ada bayangan kapan rencana ini bisa kesampaian.
Pundi-pundi kami masih dalam tahap isi ulang.
Pesta kawinan kemarin sungguh menguras tabungan;
juga obsesi iphone suami istrian itu :))
Besides,
kami adalah penganut paham,
"Pamali melakukan renovasi rumah hingga konsep untuk keseluruhan rumahnya fix".
Vermak baju dua kali ajah kita gak mau, apalagi renovasi rumah?
Proposal master plan Rumah Ce7ujuh nya belum rampung,
Si Suami dan Si Istri masih belum satu visi misi.
So, renovasi masih akan jadi “ceritanya” sampai Rapat Umum Pemegang Saham Rumah Ce7ujuh selesai digelar. Titik.
Heboh banget yak?
Ya iyya lah, ini adalah rumah yang diimpikan sejak lama;
Jauh sebelum kami memutuskan untuk menikah :).
Waktu saya lagi heboh fitting gaun pemberkatan, milih makanan buat tamu, siapin playlist lagu di resepsi dan tetek bengek pernikahan lainnya.
Si Calon Suami malah heboh nyuruh Si Calon Istrinya (aka saya) buat nyari rumah idaman kami,
- Rumah milik sendiri
- Ukurannya cukup besar sehingga tidak perlu berlantai dua
- Halamannya harus luas
- Kalau bisa lokasinya di tengah kota
Tetapi namanya juga hidup, kenyataan tidak selalu sama dengan rencana.
Rumah seperti itu hanya ada untuk pengantin baru yang kaya minta ampun atau,
pengantin baru yang orang tuanya kaya minta ampun.
Karena kami bukan salah satunya :(
Maka kami memutuskan untuk nyari kontrakan dulu,
sambil nabung buat beli rumah.
Nah, pada suatu Sabtu sore, pas lagi nyari kontrakan.
Kami akhirnya menemukan calon rumah idaman kami.
Unit terakhir di sebuah kompleks perumahan, dibangun di suatu perkampungan tua, di tengah kota Makassar.
Rumah terakhir dari tiga puluh unit rumah dalam kompleks perumahan itu.
Model rumahnya biasa saja, tanahnya termasuk luas walau tidak seluas harapan kami, untunglah lokasinya sesuai harapan, harganyapun masih dalam radius kemampuan kami.
Yay!
Tetapi mas marketingnya kejam, kami harus menyetorkan uang tanda jadi di hari Senin.
Yang berarti, kami hanya diberi waktu sehari untuk melakukan survey lokasi.
Mana sempat?
Untung seorang teman yang bekerja di departemen kredit sebuah Bank, bersedia menolong kami.
Hari Senin pagi, sebelum kami resmi membayar uang tanda jadi, dia akan meminta Mas Appraisal kantornya untuk menilai perumahan itu, untuk kami, For Free.
And thanks God, semua berjalan sesuai harapan. Mas Appraisal memberi penilain safe, clear, and clean untuk perumahan kami.
Yay!
Problem one done!.
Masalah baru muncul lagi saat mencari KPR.
Duit buat DP gak nyampe 20% dari harga rumah, yang kata Developer, mengikuti standar dari pihak Bank.
Untunglah, temanku tadi, ngasih informasi yang menyejukkan hati.
Pemerintah ternyata memberi kelonggaran pemberian KPR dengan DP 10%, dengan syarat dan ketentuan, sebagai berikut:
- Pendapatan bulanan si calon pembeli, harus dapat mengcover cicilan bulanan. Dapat atau tidaknya akan dihitung oleh appraisal dari Bank pemberi KPR.
- Calon pembeli yang namanya akan tercantum dalam surat
kepemilikan, harus menetap di kota tempat rumah itu berada.
- KPR dengan DP 10%, hanya diberikan sekali, yaitu saat pengurusan KPR yang pertama.
- Kredit lunak ini hanya berlaku untuk pembelian rumah dengan tipe
dibawah tipe 70m2.
Atas bantuan temanku itu dan rekannya yang baik serta Bos Departemen Kredit yang tidak kalah baiknya.Maka kurang dari seminggu, putusan KPR dengan DP 10% sudah keluar.
Yay!
Problem two done!.
Saat urusan Bank beres, giliran Developer yang buat masalah.
DP beserta biaya lain2 harus segera dibayarkan. Ini rincian biaya lain2nya:
- Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
- Bea Akad Jual Beli
- Bea Administrasi
- Bea Provisi Bank
- Bea Notaris
- Bea APHT
- Angsuran Pertama
- Biaya Asuransi Jiwa dan Kebakaran
- Biaya Balik Nama
- Biaya Peningkatan Hak dari HGB ke SHM
- Bea Materai
Maka, setelah doa berhari-hari, pinjam kesana kemari,
duit untuk menutupi biaya DP dan biaya lain2 akhirnya ditemukan;
Dapat tambahan biaya untuk up-grade pondasi pulak.
Terimakasih untuk kakak-kakak, adek-adek, dan koperasi kantor :* (cium satu-satu).
Yay!
Problem Three done!
Baiklah kembali ke Rumah Ce7ujuh.
Kemarin itu, Si Suami inisiatif bikin lantai semen darurat di belakang.
Kan kerja sendiri, jadi hemat!
Kan modalnya cuman sesak semen, jadi hemat!
Ada Istri manis yang pintar mijit pulak!
Gak diitung renovasi itu mah, jadi diizinkan ;)
* What i love most about my home
is who i share it with
Tuesday, February 10, 2015
Dibikin Meleleh
Habis blogwalking, baca tulisan beberapa blogger perempuan yg membahas tentang hal yg lelaki bisa lakukan untuk membuat perempuan meleleh.
Dan mendadak dangdut, aku jadi rindu sama Si Suami.
Dan mendadak dangdut, aku jadi rindu sama Si Suami.
Apa yg dia lakukan yg bisa bikin aku meleleh?
Banyak!
Sumpah gak pake berlebihan aku ini.
Emang banyak banget!
Ada banyak hal yg berlompatan dalam pikiranku.
But let me tell you some.
But let me tell you some.
Dia bisa tersenyum bahagia saat aku sedang begitu heboh bercerita tentang ide menulisku, padahal dia bukan pembaca tulisan sejenis blogku ;).
Dia bisa bangga sama besarnya dengan rasa banggaku, saat melihat benih lemon kami yang mulai bertumbuh dalam kaleng-bekas-cat-yg-sudah-dipilox-hijau-olehnya.
Dia bisa tersenyum lebih licik dariku, saat aku mengeluarkan ide tentang membeli murah sebuah lemari tua rusak, untuk diperbaiki berdua atas nama romantisme hemat #PengantinBaruKere.
Dia bahkan tidak marah saat menemukan jejak kakiku di atas lantai semen yang baru dibuatnya di belakang rumah; Hanya menghela nafas panjang sambil memberi tatapan "Isriku ini, kayaknya agak2 deh!".
***
Kadang untuk membuat perempuan meleleh, hanya perlu perbuatan sederhana, yg lelaki itu lakukan secara alami, untuk perempuannya.
P.s: untuk Si Suami, kalau kau baca tulisan ini. Jangan malas-malas yak untuk membuat istrimu ini, terus meleleh dalam happyly ever after-nya kita ini. xoxo.
Dia bisa bangga sama besarnya dengan rasa banggaku, saat melihat benih lemon kami yang mulai bertumbuh dalam kaleng-bekas-cat-yg-sudah-dipilox-hijau-olehnya.
Dia bisa tersenyum lebih licik dariku, saat aku mengeluarkan ide tentang membeli murah sebuah lemari tua rusak, untuk diperbaiki berdua atas nama romantisme hemat #PengantinBaruKere.
Dia bahkan tidak marah saat menemukan jejak kakiku di atas lantai semen yang baru dibuatnya di belakang rumah; Hanya menghela nafas panjang sambil memberi tatapan "Isriku ini, kayaknya agak2 deh!".
***
Kadang untuk membuat perempuan meleleh, hanya perlu perbuatan sederhana, yg lelaki itu lakukan secara alami, untuk perempuannya.
P.s: untuk Si Suami, kalau kau baca tulisan ini. Jangan malas-malas yak untuk membuat istrimu ini, terus meleleh dalam happyly ever after-nya kita ini. xoxo.
Thursday, November 20, 2014
Dengar Doa Kami Ya Tuhan
Dan Tuhan
Usaha kami yang kemarin
kami mohon berkenanlah
Datangkan keajaiban-Mu atas kami
dan berkati usaha kami
berkenanlah akan kerinduan kami untuk memiliki keturunan
dalam pernikahan yang telah kau berkati ini
Ijinkanlah kami nanti
menjadi saluran berkat-Mu
menjadi jalan bagi calon-calon orang tua lainnya
untuk mendekatkan diri pada berkat keturunan pemberian-Mu
Karena Engkaulah, Tuhan, Kepala Keluarga kami.
Sumber Segala Keajaiban
Dan selalu
di atas segala sesuatu
Kehendak-Mu lah yang jadi Tuhan
Usaha kami yang kemarin
kami mohon berkenanlah
Datangkan keajaiban-Mu atas kami
dan berkati usaha kami
berkenanlah akan kerinduan kami untuk memiliki keturunan
dalam pernikahan yang telah kau berkati ini
Ijinkanlah kami nanti
menjadi saluran berkat-Mu
menjadi jalan bagi calon-calon orang tua lainnya
untuk mendekatkan diri pada berkat keturunan pemberian-Mu
Karena Engkaulah, Tuhan, Kepala Keluarga kami.
Sumber Segala Keajaiban
Dan selalu
di atas segala sesuatu
Kehendak-Mu lah yang jadi Tuhan
Subscribe to:
Posts (Atom)
stay strong sangbaine
seorang temanku meninggal hari ini temanku yang adalah suami dari temanku juga masih muda pastinya anak2nya juga masih kecil2 sekali ada tig...
-
Dan... We finally got pregnant! Yay! Kantong janinnya sdh kelihatan, mohon doanya semoga minggu depan, janinnya sudah kelihatan juga...
-
Kemarin Pak Suami lagi ke kota tetangga. Dekat dari Toraja, dekat pula dari Makassar. Ada urusan kantor sehari katanya. Kegiatan sehari, ...
-
Hari itu di kantin kantor, aku dan teman makan siangku sedang berdebat ttg pilem India yang sedang berkuasa. Ketika entah mengapa, pembicara...