Tuesday, January 12, 2016

Yang Dinantikan

Dan...

We finally got pregnant! Yay!

Kantong janinnya sdh kelihatan, mohon doanya semoga minggu depan, janinnya sudah kelihatan juga.

Kemarin sempat ngeflek, kata dokternya sih masih wajar. Saat kantong janin menancapkan pembuluhnya darahnya ke pembuluh vena ibu. Pendarahan memang wajar terjadi, walau tidak semua perempuan mengalaminya.

Tapi karena si rahim sering kram dan mamaknya ada riwayat keguguran sebelumnya.
Maka demi tumbuh kembang terbaik dedek baby yang begitu kami nantikan ini. Semua yang bisa dilakukan harus dilakukan. Suntik penguat tahap 2, obat penguat rahim intra vagina. Dan Mamaknya pun harus bedrest seminggu. 

Doakan mamaknya sabar dan sadar dalam bedrestnya.
Tetap berbahagia dalam pengharapan hari demi hari hingga 9 bulan 10 hari bersama kehamilannya.

Semoga si rahim bisa menyambut kehadiran tamu baru kami ini dengan lebih baik tiap harinya. Gak pake kram2 lagi, gak pake flek2 lagi. Dedek bayi ini bakalan bawa banyak berkat buat kita, buat rahim juga. Disayang2 yak dedek bayinya!

Dan dedek bayi, sehat selalu yak. Semangat bobo cantik, bertumbuh sempurna dalam rahimnya mamak. Harus kuat berhadapan sama si rahim. Namanya jg baru kenalan, kan gak mungkin langsung sayang2an.

Untuk teman2 kantor! Maaf, harus bolos kerja (lagi), di saat seperti ini pulak. Semoga teman2 diberi kebijaksanaan dan kepandaian serta kesehatan agar pekerjaan kita, bisa terus berjalan dengan baik.
Doakan yg terbaik buat si dedek bayi, biar mamaknya bisa cepat bergabung lg dalam urusan laporan tahunan dan manajemen aset.

Dan terakhir yang paling penting.
Tuhan Yesus, Engkau yang memberikan berkat ini pada kami. Mohon jaga berkat ini juga tetap bersama kami.
Karena hanya padaMu kami percayakan hidup dan harapan kami.

Friday, December 18, 2015

EMANSIPASI

Emansipasi /eman·si·pa·si/ /émansipasi/ n 1 pembebasan dari perbudakan; 2 persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat (seperti persamaan hak kaum wanita dengan kaum pria): Kartini adalah tokoh -- wanita Indonesia;
-- wanita proses pelepasan diri para wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah atau dari pengekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan untuk maju

"Persamaan hak" dalam penjelasan KBBI di atas, bukankah berarti "wanita dan pria diperlakukan sama, melakukan hal yang sama, dipandang sederajat"?.

Dunia hari ini....
Beberapa wanita meminta terlalu berlebihan,
Sedangkan beberapa pria seperti lupa meminta.

Para wanita yang terlalu sibuk mencari uang cicilan rumah,
sehingga tak lagi punya waktu untuk menjaga anaknya yang sakit.
Sedang prianya terlalu sibuk mengganti popok anak di rumah,
sehingga tak lagi punya waktu untuk menafkahi keluarganya.


teringat lagu Aa' Ariel
"pikiranku tak dapat kumengerti"
"kaki di kepala, kepala di kaki"

Wednesday, December 16, 2015

Jengkellah Selagi Masih Bisa

Emak-emak di kantor ada yang lagi jengkel pada suaminya, yang katanya "gak bisa diandalkan untuk ngurusin anak".
Emak-emak yang lain malah lagi jengkel pada suaminya, karena katanya "gak romantis!"

Lalu aku teringat pada suatu waktu, ketika aku pulang kampung.
Menemani Ibu memberi makan babi peliharaannya, di kandang babi buatan bapakku.

Aku sedang bercerita tentang perjalananku ke suatu kota di Papua dalam rangka dinas. Ketika dia tiba-tiba bernostalgia tentang masa PeEnEs-nya, pada waktu-waktu perjalanan dinasnya ke luar kota. Bukan tentang kota yang dia datangi. Bukan juga tentang tujuannya melakukan perjalan dinas.
Tetapi pada satu kesamaan dari semua dinas ke luar kota itu.
"Bapakmu kalau dinas ke luar kota. Mesti nelpon dan sms berkali-kali, setiap hari. Ngabarin dia dimana, sama siapa, dan sedang bikin apa. Macam pamer"
"Tapi giliran Ibu yang dinas ke luar kota. Tak pernah sekalipun dia sms atau nelpon nanya kabar, pun kalau ibu sms atau nelpon ngasih kabar, Bapak nanggapinnya biasa ajah. Macam gak rela karena Ibu yang dapat dinas ke luar kota"
"Bapakmu yang kayak gitu itu, yang dulu selalu bikin Ibu jengkel"
Kata Ibu sambil mengangkat ember makanan babi dan menuangkannya isinya ke palungan.
"Tapi sekarang, kalau cerita tentang Bapak, malah yang kayak gitunya itu yang teringat duluan, bikin kangen", kata Ibu sambil memamerkan segaris senyum rindu.

Maka aku menyadari satu hal.
Cerita Ibu sama dengan cerita emak-emak di kantorku.
Cerita tentang perasaan jengkel seorang istri pada suaminya.
Perbedaannya hanya pada fakta, bahwa kalimat Ibu memakai kata "dulu".

Berbahagialah kalau saat ini anda sedang dibuat jengkel oleh orang yang anda sayangi.
Karena anda hanya akan bisa jengkel pada seseorang yang masih bernafas, masih hidup.
Karena manusia yang katanya adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling mulia, tidak akan tega untuk merasa jengkel pada mereka yang sudah mendahului ke hadirat-Nya.

Jadi, selama masih bisa.
Jengkellah dengan berbahagia!
Jengkellah pada suami yang tidak bisa diandalkan untuk mengurus anak, saat ini.
Jengkellah pada suami yang tidak romantis, saat ini.
Jengkellah pada suami yang suka travelling sendirian, saat ini.
Karena pada waktunya, semua rasa jengkel itu akan menjadi "dulu"
Menjadi kenangan manis.


Selamat jengkel!

Wednesday, November 11, 2015

wake up, please!

Jangan merendahkan diri hanya karena ingin dia tinggal lebih lama.
Kau tidak akan bisa membuatnya jatuh cinta lagi, bila kau bahkan tak punya harga diri.

Tidak ada seorang perempuan pun yang pantas menghamba cinta, menjadi pilihan kedua.

Keep Your Head Up Princess, Don't Let Your Crown Fall.



Untuk seorang teman!
Please wake Up

Thursday, July 30, 2015

Berharap dengan Benar, Berdoa dengan Yakin

sepertinya selama ini
saya sudah sering salah dalam berharap
lebih salah lagi dalam berdoa
ngakunya sih berharap, doanya sih meminta
tapi,
bila diadakan survei di dalam hati,
pasti dapat atau pasti tidak dapat?
yg menang pasti yang kedua,
"Pasti tidak dapat!"

see the point!

maka saat ini
mulai mencoba lebih baik
berharap dengan benar, berdoa dengan yakin

kalaupun nanti tidak dapat
artinya memang belum rejeki

namun segera berharap lagi dengan benar,
berdoa lagi dengan yakin,
untuk perjuangan setelah itu

tapi Tuhan,
untuk saat ini,
ijinkanlah anak-Mu ini sedikit was2, sedikit khawatir,
sambil berharap dan berdoa,
nanti pasti dapat!

Thursday, July 23, 2015

beruang terluka

Kupikir aku pathetic

Tidak bersyukur untuk kebahagiaan yang sebenarnya telah dimiliki
Lalu iri pada kebahagiaan milik orang lain
Tapi tidak mau berjuang untuk bisa memiliki kebahagiaan macam itu

Tapi,
Kalimat terakhir kurang tepat

Telah banyak aku berjuang
Lebih banyak dari sebagian mereka
Sebagian mereka bahkan memperolehnya sebelum berharap
Aku sudah melakukan banyak hal yang sebagian mereka belum pernah dengar
Yang bahkan tetap mereka tidak mengerti walau telah kuterangkan berkali-kali,

"tapi semua usaha yang dilakukan, belum membawa kebahagiaan macam itu"

Kecewa karena terus menerus gagal
Aku sedang pahit hati

Dan seperti beruang terluka
Aku mengangkat cakarku pada setiap yang mendekat
Pada yang hendak melukai lebih dalam
Pun pada yang hendak merawat luka-lukaku

Oh, sabarlah sedikit lagi,
Jangan marah saat kubentak,
Atau saat aku tertawa palsu pada becandamu
Aku sedang mencoba mengangkat puing-puing harga diriku
Mengobati lukaku dengan waktu dan doa dan harap

Karena kalimat ketiga tidak akan pernah berlaku untukku

Besok aku akan berjuang lagi

"maka semua usaha yang dilakukan, akan membawa kebahagiaan macam itu" 

Friday, June 19, 2015

cinta, hasrat dan keras kepala

Itu cinta yg membuat kita memilih pasangan jiwa.
Itu hasrat yg membuat kita berani melangkah ke pernikahan.

Tapi kadang,

Ketika emosi melanda,
Cinta dan hasrat itu seakan tdk cukup.

Hanya kekeras-kepalaan untuk tetap bersama.
Yg membuat seorang suami, yang sedang marah.
Kembali pulang ke ranjang istrinya di malam hari.

Walau hanya untuk sekedar beristirahat.
Walau hanya punggung bertemu punggung.

Dan ketika fajar menyingsing,
Mungkin mereka akan merundingkan gencatan senjata.
Atau,
Mungkin mereka masih akan melanjutkan perang sehari lagi.

Apapun itu, rumah tangga masih berdiri.

Karena perpecahan dalam rumah tangga pasti ada.
Tetapi kekeras-kepalaan untuk bertahanlah, yang akan menolong rumah tangga untuk tetap berdiri tegak.

stay strong sangbaine

seorang temanku meninggal hari ini temanku yang adalah suami dari temanku juga masih muda pastinya anak2nya juga masih kecil2 sekali ada tig...