Friday, March 8, 2013

Express It Please


Menemukan tulisan ini, disadur di sebuah blog
Tanpa mencantumkan pengarang aslinya




“WHY COMPLICATE LIFE?”

Missing somebody?.... Call

Wanna meet up?.... Invite

Wanna be understood?.... Explain

Have questions?.... Ask

Dont like something?.... Say it

Like something?.... State it

Want something?.... Ask for it

Love someone?.... Tell it



Nobody will know what’s going in your mimd

It’s better to express rather than to expect

You already have the NO. Take the risk of getting the YES

We just have one life

Keep it simply silly




Maka...

Kapanpun sesuatu muncul dan menggelisahkan salah satu dari kita

Bisakah kita belajar untuk mengungkapkan?

Karena kita bukan manusia super
Kita tidak memiliki kemampuan untuk bisa membaca isi hati dan otak





let me first
"I am sorry for being so jealous, making you angry and letting you down"

And Darl, Will you try to do the same?
for us? 

Friday, March 1, 2013

no mention

Dan sebuah pertanyaan muncul di benakku;
saat mendengar keluhan seorang teman,
dalam kesibukannya menyiapkan resepsi pernikahan yang mewah dan mahal
 
"Apakah arti resepsi pernikahan?"

Mungkin agar para pengganggu potensial di luar sana;
bisa melihat pameran cinta di resepsi pernikahan;
lalu berhenti menjadi pengganggu

Atau...

Agar suami istri baru yang akan tercipta;
meringis setiap mengingat biaya resepsi pernikahan mahal yang telah dilalui;
mati-matian mengisi kembali pundi-pundi uangnya;
menjadi lupa pada para pengganggu potensial di luar sana

"Apakah arti resepsi pernikahan;
Ketika semua persiapan resepsi yang mahal dan repot itu;
justru menyakiti para pelaku pernikahan;
menjadi pemecah dua keluarga yang seharusnya bersatu?"



Mungkin benar kata orang-orang itu,
"jangan berani merencanakan pernikahan dengan seseorang, kalau tidak siap melihat seseorang itu, ditambah keluarga besarnya,  tidak peduli apapun yang mungkin terjadi, sampai maut memisahkan"



"mudah-mudahan"
"itu semua"
"hanya gejala penyakit sindrom-menjelang-tidak-single-lagi"
"mudah-mudahan" 
  




Saturday, February 23, 2013

Please

Hei U.. My Big U..

Hari ini
Seperti hari kemarin
Dan kemarinnya lagi

Tolong
Ingatkan aku pada janji-janji baik itu
Janji
Bahwa bagi mereka yang baik,  yang terbaik akan menjelang

Karena hari ini
Di hatiku,
Ada khawatir yang amat sangat


Please GOD

Thursday, February 14, 2013

Hari 14 Februari

MUNGKIN INI YANG MEREKA SEBUT DENGAN CINTA?
**
Hari/Tanggal      : Senin, 21 Januari 2013
Waktu             : 21.30 WITA
Lokasi            : Taxi dalam perjalanan pulang dari mengantar Bapak konsultasi dokter
Pemain            : Bapak, Ibu, Paman, Kakak Lelakiku dan Aku
**
Ibu : “Gimana Pak, nyaman duduknya?”
Bapak:”Iya, Hanya agak mual”
Paman: “Wajar, kan lagi di taxi. Tadi dokter bilangnya apa?
Aku: “Dua minggu lagi konsul, kalau hasilnya lebih baik, konsul selanjutnya bisa sebulan lagi”
Paman:”Bisa pulang kampung lah kalau jarak konsulnya sebulan”
Kakak Lelakiku: “Iyya, rencananya begitu. Sudah lama tidak masuk kantor soalnya”
Kakak Lelakiku: “Ibu malah lebih lama lagi, sejak Bapak masuk Rumah Sakit kalau tidak salah, Dua bulan lebih”, lanjutnya sambil menatap Ibu yang hanya terdiam; Mata ibu menerawang, pikirannya pasti sedang berkelana.
Aku: “Kalau Ibu sudah mau ngantor, pulang duluan juga tidak kenapa. Disini kan ada Kakak sama aku yang bisa gantiin jaga”
Ibu: “Ibu mah terserah Nak, Kalau kantor memang mau pensiunkan Ibu karena sudah tidak ngantor lebih dari dua bulan. Terserah. Yang pasti, Ibu tidak akan pulang kampung tanpa Bapak”

** 
ATAU MUNGKIN YANG INI YANG NAMANYA CINTA?
**
Hari/Tanggal      : Selasa, 22 Januari 2013
Waktu             : 22.00 WITA
Lokasi            : Bapak setelah minum obat di salah satu kamar di rumah Paman, tempat bapak beristirahat
Pemain            : Bapak, Ibu, Kakak Lelakiku, Kakak Perempuanku dan Aku
**
Kakak Lelakiku: “Ok baik, obat hari ini sudah habis”, ucapnya sambil memindahkan toples obat ke sisi atas lemari.
Ibu yang sebelumnya hanya tiduran di ranjang seberang, tiba-tiba bangkit dari ranjang, bergerak naik ke ranjang Bapak, dan menyusun tumpukan bantal di bagian kepala ranjang.
Kakak Perempuanku: “Buat apa Bu?”
Aku: “Dokter bilang, bantal tidur Bapak harus dibuat tinggi, biar kelebihan cairan di bagian tubuh, bisa turun ke bagian kaki”
Kakak Lelakiku: “Tidak ketinggian Bu?”
Bapak yang dari tadi hanya diam melihat Ibu menata bantal, tiba-tiba berkata
“Ibumu mah, sukanya menyiksa Bapak. Bantalnya dibuat tinggi-tinggi untuk menyiksa Bapak”.
Kalimat yang dijawab Ibu dengan muka datar, “Kelihatannya memang seperti Ibu sedang menyiksa Bapak, Tetapi Ibu begini, biar Bapak bisa cepat sembuh”, ucapnya sambil kembali ke ranjang seberang, tidur dan mendengkur dalam waktu lima menit saja; Meninggalkan Bapak yang mendelik dan Aku serta Saudara-saudaraku yang setengah mati menahan tawa.
Bapak: “Nak tolong bantu pindahin Bapak ke dekat bantal, sudah ngantuk”, ucap Bapak yang membuat Kakak Lelakiku bergerak memindahkan Bapak sedang Kakak Perempuanku bergerak ke kepala ranjang, hendak menata ulang bantal tidur Bapak.
Tetapi Bapak malah menggelengkan kepala ke arah Kakak Perempuanku sambil perlahan menurunkan badannya ke atas tumpukan bantal, menciptakan segaris kerut di dahinya karena posisi tidur yang pastinya tidak nyaman.
Dan sambil memperbaiki posisi tidurnya, Bapak lalu berbisik lirih, antara takut mengganggu Ibu yang tertidur atau takut Ibu masih terbangun dan mungkin menguping pembicaraan itu.
“Biarkan saja, ini buatan Ibumu. Biarkan saja seperti ini. Bapak suka buatan Ibumu”
#Some relationships are like Tom and Jerry, they irritate each other,
they tease each other, but they still can't live without each other

#Sepertinya itu memang Cinta

#Happy Valentine's Day 

Friday, December 28, 2012

Lelucon Cinta Mereka


Seorang perawat lelaki sedang membersihkan perban HD Bapak.
Semua terdiam menatap si mas perawat ketika seorang sepupu perempuanku tiba-tiba masuk, memberi salam pada bapak lalu memijit kakinya.
Senyum manis yang diberi Bapak pada sepupuku, membuat mata si Mas Perawat teralihkan ke wajah sepupuku. Lima detik matanya bertahan disana, hingga si perawat tersadar dan kembali menyelesaikan pekerjaannya lalu pamit, kembali ke ruangannya.

Ibu yang duduk di sisi kiri bapak menunggu hingga si mas perawat menghilang di balik pintu lalu berkata pelan.
“Ponakannya Ibu memang cantik, perawat ajah jatuh cinta”, dan tawa kami pun pecah di kamar rawat.
“Bapak pasti setuju kalau ponakannya pacaran dengan perawat HD”, ucapnya lagi, yang membuat tawa kami makin menjadi.

Tetapi tiba-tiba Bapak mengangkat jari telunjuk kanannya, menggoyangnya ke kiri dan ke kanan, membentuk kata TIDAK.

“Loh Bapak tidak setuju yah kalau ponakannya jadian sama perawat HD?", tanyaku yang dijawabnya dengan anggukan. 

"Hmmm kalau sama dokter spesialis pasti boleh?”, ucapku sok tau, yang hanya dijawab Bapak dengan mengangkat telunjuk kanannya dengan tegas, membentuk kata PERHATIKAN;
lalu pelan-pelan memindahkan jari telunjuk itu ke arah lehernya, membentuk sebuah kata yang membuat semua orang di kamar itu kebingungan, kecuali Ibu yang mendadak tertawa nyaring.

Kebingungan, kami hanya bisa pasrah menatap Ibu yang tertawa nyaring dan Bapak yang tertawa tanpa suara, menunggu hingga tawa itu berhenti, menunggu hingga Ibu memberi penjelasan.

Hingga akhirnya Ibu berkata,
“Bapak bilang, boleh dokter spesialis,  tetapi dengan syarat, harus dokter spesialis gondok”, kata Ibu sambil menunjuk gondok di lehernya dan tertawa lagi, kali ini bersama kami semua yang ada dalam kamar rawat. 

***

Pernah dengar istilah lelucon cinta?
Lelucon yang hanya dimengerti oleh dua orang yang saling mencintai?

Kupikir, Itu adalah salah satu lelucon cinta orang tuaku.




P.S.

Untuk kamu yang menempati sebuah ruang di sebelah kiri dadaku

Bolehkan aku  beharap

Bahwa suatu hari nanti, kita akan menjadi seperti orang tuaku

Bersama, menua dengan lelucon cinta milik kita

Wednesday, December 12, 2012

Para Superman-ku



Untuk para lelaki hebat yang ada di hidupku dan yang akan datang di hidupku.

Untuk Bapakku
Yang akan ribut menyuruh Ibu untuk menelpon anaknya. Dia yang hanya akan berkata “Baik-baik saja kan nak?”/”Puji Tuhan”/”Jaga kesehatan Nak!”/”Yah sudah, ini bicara lagi sama Ibu”; lalu mengembalikan telepon pada ibu.
Yang akan menjemput anaknya di perwakilan bus setiap kali anaknya pulang kampung, hanya karena anaknya malas naik bentor di pagi hari dingin kota Toraja.

Yang akan memamerkan kebunnya yang penuh pohon buah dan sayuran dan bunga dan hewan peliharaan. Bapak petani keren yang selalu memastikan asap dapurnya mengepul.

Yang akan sibuk seharian, entah memperbaiki atap rumahnya, dinding rumahnya, pompa airnya, sumur bornya, kadang ayamnya, pagar kebunnya, apapun, untuk memberi yang terbaik bagi keluarganya.

Yang akan menginterogasi setiap lelaki yang datang menjenguk anak perempuannya di rumah, bahkan termasuk mereka yang datang dengan alasan belajar kelompok.

Yang akan mengirimkan sms kepada semua anaknya saat dia jauh dari rumah, hanya untuk memastikan bahwa anaknya tahu, dia sedang dimana, dengan siapa dan sedang melakukan apa.

Yang akan membanggakan anaknya di depan temannya, atasannya atau keluarganya. Tidak peduli bahwa orang-orang itu, mungkin menganggap anaknya sebagai anak yang biasa saja.

Yang akan menggendong cucunya dipagi hari, lalu mengantarnya berkeliling rumah, menyapa foto Tuhan Yesus, foto Bunda Maria, matahari, pohon, dan bunga sambi membangunkan seisi rumah.


Untuk Suamiku Nanti
Belum mengenalmu atau hanya belum tahu kalau itu kamu.
Jaga aku dan anakmu nanti, sehebat Bapakku menjaga aku dan keluargaku.
Sungguh, Aku yakin kamu bisa.........


Untuk Anak Lelakiku Nanti
Belum melihatmu bahkan belum bisa membayangkanmu.
Jaga aku dan bapakmu, bila kami tua nanti, sama seperti aku menjaga Bapakku hari ini.
Percaya, Aku yakin kamu mau.........



Dari  Anak Perempuan, Istri (nanti), dan Ibu (nanti)

Sayang kalian semua

Para Superman-ku
yang tidak memakai celana dalam, di sisi luar pakaiannya

stay strong sangbaine

seorang temanku meninggal hari ini temanku yang adalah suami dari temanku juga masih muda pastinya anak2nya juga masih kecil2 sekali ada tig...