Thursday, March 15, 2012

Priority

Never make someone priority when they only make you an option.

Seorang temanku mengirimkan pesan ini kepadaku kemarin malam. Pesan yang dikirimnya padaku saat menutup pembicaraan kami tentang si hati yang sedang babak belur.

Kurenungkan kalimat itu dalam perjalananku pulang, di atas motor yang melaju kencang, dengan angin malam dingin menyejukkan wajahku.

I made you my priority while I am just an option for you.

Maka rasa sedih menyapa hati yang babak belur itu lagi ketika akhirnya kupilih untuk berbicara pada Tuhanku.

Because God will never drop you any further than your knees and that is the perfect position to be in P.R.A.Y. = Praise, Repent, Ask, Yield

Dan kudengar Tuhanku berbisik.

You deserve better

Aku tahu, aku berharga di mata Tuhanku dan pantas untuk mendapatkan yang terbaik.

Bagaimana bisa aku mengkhianati Tuhanku dengan hanya mendapatkan yang seadanya?

Karena si hati yang telah kau buat ini, yang kemudian kau buat babak belur. Si hati yang mungkin takkan pernah kau sadari keberadaannya, hanya ingin jadi yang terutama bukan yang lain.

I made you my priority, so make me yours too.

Saturday, March 10, 2012

Harapan, Kasih, Doa, dan Takdir

Apa hal yang tidak pernah tidak ada dalam setiap ajaran agama apapun di muka bumi?

Kasih dan Doa

Kasihilah sesamamu manusia, teruslah berdoa bagi mereka dan bagi dirimu sendiri. Maka Tuhanmu akan merasakan kasih dalam setiap doa yang kau panjatkan. Dan, Dia akan mengabulkan harapmu.

***

Maka aku selalu membiasakan diri untuk menutup dan membuka hariku dengan percakapan hati ke hati dengan Tuhanku.

Saat menutup hari, biasanya aku bercerita tentang pekerjaanku hari itu, tentang kebahagiaanku hari itu, tentang orang2 yang kukasihi, dan yang paling sering, curhat tentang rasa kecewa hari itu. Kalau lagi ngantuk? percapakan malam itu, kadang hanya “Ngantuk Bos, jagain aku tidur yah?” atau langsung terjun ajah ke kasurku yang posesif.

Nah kalau membuka hari, bentuknya lebih mirip sekretaris dengan agenda kerja; “nanti aku mau kesini”, “nanti aku mau begini” terus “kalau bisa dilancarkan yah hehehe”. Terus kalau telat bangun? “Ok, kerja dulu Bro!”. Parah2nya sih, gak bilang apa2 langsung main lompat dari kasur, ngacir ke kamar mandi.

***

Apa hal lain yang tidak pernah tidak ada dalam setiap ajaran agama apapun di muka bumi?

Takdir

Nasib yang sudah dituliskan Tuhan sejak manusia dari kandungan. Tak terbantahkan untuk setiap manusia.

***

Lalu, mengapa aku masih saja berdoa pagi dan malam, meminta2 pada Tuhanku. Ketika ada sesuatu bernama Takdir yang sudah dituliskan sejak aku dari kandungan? Yang dapat membumi hanguskan harapan apapun yang ada dalam list Kasih dan Doaku?

Sebuah pesan yang kuterima hari ini memberikan alasannya padaku.

***

Someone asked God, if everything is already written in destiny, then why should we wish for something?

God Smile and said, Maybe in few places I have written “As you wish”

***

Dan pagi ini, seperti hari2 sebelumnya. Kubuka hariku lagi dengan mengirimkan harapan, kasih dan doa pada Tuhanku. Mungkin saja, harapku hari ini, jatuh pada garis takdir yang Tuhan isi dengan tulisan “Sesuai Harapmu”.

Thursday, March 8, 2012

Untuk Kamu

Untuk kamu yang memuji tulisan di blogku, bercerita panjang lebar tentang tiap-tiap kata yang kupakai dan darimana saja ide itu muncul?

Untuk kamu yang tersenyum manis saat membaca "Janiratna"-ku.

Untuk kamu yang memberikan tatapan curiga saat membaca “Butuh Bantuan Nafas Buatan Darimu”

Untuk kamu yang tiba-tiba marah tidak jelas karena “Seperti Itulah Dirimu Bagiku”

Untuk kamu yang mengutip kalimat “Sudah hampir 2 tahun aku menunggu kamu tanpa ada yang menemani” untukku.

Kamu tahu? Diam-diam aku berharap, kamulah si Dia yang ku tunggu itu.

Untuk kamu yang mendadak suka pada lagu “Someone Like You”-nya Adele. Dan kemudian mengirimkan sebuah kalimat, kalimat yang menghilangkan bagian “ 't “ dari penggalan judul lagu Adele yang lain “ I Can't Make You Love Me”

Untuk kamu yang menjadi ilham, “Berbaik Hatilah”, “Tanda Dari-Nya” dan “Titik Balik”.

Untuk kamu yang kupilih dari semua pilihan yang mungkin ada.

Untuk kamu, satu-satunya yang bisa membuatku jatuh cinta dalam dua tahun terakhir.

Untuk kamu yang menitipkan hatinya padaku.


Memang bukan kamu yang jadi ilham atas tulisan-tulisan ku sebelum aku kenal kamu.

Sebab, bagaimana mungkin aku menulis tentang sesuatu yang belum kukenal?

Maka janganlah marah untuk hal yang sudah berlalu.

Karena, bukankah lebih penting masa depan daripada hari lalu?

Masa depan, ketika kamulah yang kupilih menjadi tokoh utama kisah cintaku.

Tidak cukupkah bila hatiku sudah memilih kamu dan aku berkata


Aku Cinta Kamu.

Wednesday, March 7, 2012

SUER, Ini Bukan Pengalaman Pribadi


Mawar sedih, pacarnya si Marwan beberapa hari belakangan ini terlalu sibuk dan seolah-olah melupakan Mawar.
Pada suatu malam yang sepi, ketika semua orang rumah pergi entah kemana, Mawar ditinggal sendirian berbincang2 dengan Marwan.
Setting, teras rumah dengan lampu temaram, terlindung pagar tinggi dan tanaman hias yang besar.
“Sayang loh jahat. Kemana ajah sih? Sms gag pernah, telepon gag pernah, ngapelin apalagi”, ucap Mawar dengan bibir manyun
“Kok jahat? Aku loh sibuk kerja. Nyari duit buat dirimu dan si calon buah hati”, balas si Marwan.
“Gombal!!! Kemarin-kemarin sayang gak segombal ini loh.Habis belajar gombal dari siapa?”, Balas Mawar dengan mata dipicingkan penuh curiga.
“Jujur sayang!”, lanjut Mawar.
“Jujur, menurutku, kata2nya sayang, nyontek iklan2 di TV deh”, ucap Marwan sambil memberi senyum simpul.
“Sayaaaaaaaaaaang aku lagi marah tau!”, Lanjut Mawar dengan muka merah padam.
“Maaf sayang”, Balas Marwan.
“Maafkan Marwan yah sayang!”, Ucap Marwan sambil memeluk Mawar
“Aku tuh cuman sayang sama Mawar, sibuk nyari duit buat bisa beliin hadiah buat Mawar. Buat modal melamar Mawar nanti. Sabar yah sayang”, Lanjut Marwan sambil mencium mesra kening Mawar.
“Bohong!”, ucap Mawar dengan pipi bersemu merah
“Suer! Aku sayang Mawar! Gak ada perempuan lain di hatiku. Hanya Mawar seorang!”, Ucap Marwan dengan serius sambil memeluk Mawar lebih erat.
“Aku juga sayang sama Marwan”, Balas Mawar sambil mengedip2kan kedua matanya.
Malam semakin larut namun penghuni rumah yang lain masih belum kembali.
Pelan tapi pasti....


STOP STOP...
Pada ngeres ajah pikirannya.
Untuk informasi yah, DICATAT. Semua percakapan di atas dilakukan lewat Blackberry Messenger.
Aktivitas apapun yang ada bayangkan, hanya diperankan oleh mahluk berkepala besar warna kuning.
Si Mawar duduk tenang di teras rumahnya saat si Marwan di kamar kostnya.

Dan suer, ini bukan pengalaman pribadi... :)

stay strong sangbaine

seorang temanku meninggal hari ini temanku yang adalah suami dari temanku juga masih muda pastinya anak2nya juga masih kecil2 sekali ada tig...