Teringat pada dingin hari hujan, denganmu tertidur di pangkuanku, meninggalkan ku sendiri menatap ke jendela berkabut.. kita berdua di sofa hitam yang empuk.
Dan rasaku saat itu, tanya ku, akankah ini untuk selamanya? terabaikan oleh rintik yang perlahan menjadi badai.. apalagi olehmu, yang kedua pupilnya semakin tenang terlelap makin jauh dari bangunku.....
Hari ini, lama berselang sejak waktu itu, di sini tidak ada hujan, tidak ada sofa hitam yang empuk, juga tidak ada dirimu...
Waktu akhirnya menjawab...
Sebuah cara agar aku tidak berakhir sebagai si penerima satu talenta yang mengubur dan menyembunyikan talenta nya di dalam tanah. Sebuah cara agar aku menjadi si penerima satu talenta atau mungkin lebih, yang mengembangkan talentanya hingga makin bertambah dan terus bertambah... Mengapa "dari mata perempuan"? karena semua cerita ini, tentang dunia dari mata perempuan...
Monday, October 17, 2011
Friday, August 12, 2011
Multilanguage
Setahu saya, istilah multilanguage diambil dari bahasa Inggris yang berarti kemampuan berbahasa dengan beberapa jenis bahasa yang beraneka ragam, sesuai keinginan. Tinggal tekan tombol language-option-dan tick bahasa pilihan, wollllaah maka bahasa berubah. Istilah ini, entah dipahami atau tidak, sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bangsaku.
***
Suatu hari dalam kesamaptaan penerimaan pegawai baru di kantor baruku, dalam pelatihan baris berbaris yang didampingi oleh seorang Pak Polisi.
Pak Polisi pendamping: "Siap grak!", maka kami semua sejumlah 57 peserta kesamptaan langsung bergerak dari posisi istirahat ke posisi siap.
Pak Polisi pendamping: "Langkah tegak maju jalan!", kami mulai berjalan dalam posisi tegak.
Pak Polisi pendamping: "Haluang kanang Grak!"... (note: dalam dialek Bugis, semua yang berakhir N dibaca NG)
Aku orang Toraja yang kebetulan mengerti masalah dialek bugis ini langsung belok kanan meninggalkan beberapa anggota kelompok yang kebingungan. Sebagian besar dari mereka berasal dari luar pulau.
Pak Polisi pendamping: " stop stop..!", kami otomatis berhenti.
Pak Polisi pendamping: "Berantakan! Kalian tidak pernah diajarin perintah haluang kah di SMA atau di kampus dulu?"
Semua hening, tak ada yang mau berusaha menjawab pertanyaan tersebut. Tiba2 teman di samping kananku langsung mendekatkan kepalanya ke arahku dan berbisik, "Diajarin si Jan, tetapi namanya haluan bukan haluang" dan kita langsung terkikik dengan sempurna dalam barisan. Di jaman seperti ini, Si bapak polisi pendamping masih membaca haluan dengan dialek Bugis, namun dengan mudahnya menyelipkan kata stop dalam kalimat yang dia gunakan. Multilanguage.
***
Hal lain tentang baris berbaris di kesamaptaan adalah adanya waktu nge-snack setiap jam sholat. Dan karena kami dilokalisasi dalam area perumahan polisi maka kami dituntut untuk hidup seperti polisi. Makan berat atau sekedar makan snack selalu dipandu oleh Pak Polisi Pendamping yang akan memberi komando untuk berbaris, mengantri di depan pintu masuk, berjejer seperti bebek.
Saat Pak Polisi Pendamping mulai berteriak "makan siang" kami langsung membentuk barisan.
Saat Pak Polisi Pendamping mulai berteriak "snap" kami langsung membentuk barisan.
Saat... tunggu... "snap"? apa "snap" itu?.
Sungguh aku pikir itu bahasa Bugis hingga seorang teman dari Bugis memberi bocoran, ternyata "snap" bukan bahasa Bugis, itu adalah terjemahan bebas Pak Polisi Pendamping untuk "snack".... Multilanguage.
Pak Security: "Seperti yang kita ketahui, saat ini kita berkumpul untuk melakukan baris berbaris.Dan karena ini adalah latihan baris berbaris, maka saya minta kepada semua peserta untuk dapat menyediakan baju dan celana olahraga serta sepatu kes". Belajar dari kesalahan penafsiranku di kisah "snap vs snack" maka saya mencoba menebak, mungkin ini adalah kisah "sepatu kes vs sepatu kets" untuk pastinya nanti aku tanyakan pada si ahli bahasa bugis.
Pak security masih berkoar2 ketika teman di belakangku berbisik pelan, "sepatuku udah dibayar kes kok pak, gag pake nyicil", dan aku hanya bisa nyengir, aku tahu tebakanku tepat kali ini. Multilanguage.
Hebatkan orang2 di negeriku??? Proud to be an Indonesia People.. :)
powered by janiratna
***
Suatu hari dalam kesamaptaan penerimaan pegawai baru di kantor baruku, dalam pelatihan baris berbaris yang didampingi oleh seorang Pak Polisi.
Pak Polisi pendamping: "Siap grak!", maka kami semua sejumlah 57 peserta kesamptaan langsung bergerak dari posisi istirahat ke posisi siap.
Pak Polisi pendamping: "Langkah tegak maju jalan!", kami mulai berjalan dalam posisi tegak.
Pak Polisi pendamping: "Haluang kanang Grak!"... (note: dalam dialek Bugis, semua yang berakhir N dibaca NG)
Aku orang Toraja yang kebetulan mengerti masalah dialek bugis ini langsung belok kanan meninggalkan beberapa anggota kelompok yang kebingungan. Sebagian besar dari mereka berasal dari luar pulau.
Pak Polisi pendamping: " stop stop..!", kami otomatis berhenti.
Pak Polisi pendamping: "Berantakan! Kalian tidak pernah diajarin perintah haluang kah di SMA atau di kampus dulu?"
Semua hening, tak ada yang mau berusaha menjawab pertanyaan tersebut. Tiba2 teman di samping kananku langsung mendekatkan kepalanya ke arahku dan berbisik, "Diajarin si Jan, tetapi namanya haluan bukan haluang" dan kita langsung terkikik dengan sempurna dalam barisan. Di jaman seperti ini, Si bapak polisi pendamping masih membaca haluan dengan dialek Bugis, namun dengan mudahnya menyelipkan kata stop dalam kalimat yang dia gunakan. Multilanguage.
***
Hal lain tentang baris berbaris di kesamaptaan adalah adanya waktu nge-snack setiap jam sholat. Dan karena kami dilokalisasi dalam area perumahan polisi maka kami dituntut untuk hidup seperti polisi. Makan berat atau sekedar makan snack selalu dipandu oleh Pak Polisi Pendamping yang akan memberi komando untuk berbaris, mengantri di depan pintu masuk, berjejer seperti bebek.
Saat Pak Polisi Pendamping mulai berteriak "makan siang" kami langsung membentuk barisan.
Saat Pak Polisi Pendamping mulai berteriak "snap" kami langsung membentuk barisan.
Saat... tunggu... "snap"? apa "snap" itu?.
Sungguh aku pikir itu bahasa Bugis hingga seorang teman dari Bugis memberi bocoran, ternyata "snap" bukan bahasa Bugis, itu adalah terjemahan bebas Pak Polisi Pendamping untuk "snack".... Multilanguage.
***
Saat baris berbaris di kantor, setiap sore sepulang dari pelatihan pegawai baru. Kali ini kami dipandu oleh kepala security. Sekali lagi, saya bertemu dengan si Multilanguage.Pak Security: "Seperti yang kita ketahui, saat ini kita berkumpul untuk melakukan baris berbaris.Dan karena ini adalah latihan baris berbaris, maka saya minta kepada semua peserta untuk dapat menyediakan baju dan celana olahraga serta sepatu kes". Belajar dari kesalahan penafsiranku di kisah "snap vs snack" maka saya mencoba menebak, mungkin ini adalah kisah "sepatu kes vs sepatu kets" untuk pastinya nanti aku tanyakan pada si ahli bahasa bugis.
Pak security masih berkoar2 ketika teman di belakangku berbisik pelan, "sepatuku udah dibayar kes kok pak, gag pake nyicil", dan aku hanya bisa nyengir, aku tahu tebakanku tepat kali ini. Multilanguage.
Hebatkan orang2 di negeriku??? Proud to be an Indonesia People.. :)
powered by janiratna
Tuesday, July 19, 2011
Para Pencari Kerja
Long time no see right? Sungguh, aku sedih karena alasannya masih sama seperti hari2 kemarin. Tidak sempat. Seminggu lalu, aku masih menjadi pegawai PT HM Sampoerna, namun hari ini, seminggu kemudian, aku sudah menjadi Pegawai PT Pelindo IV. Kemarin aku anak Surabaya, sekarang ku bilang aku anak Surabaya yang nyantol di Makassar (sik ngotot ae jd wong Suroboyo)
Aku akan sedikit bercerita tentang tes Pelindo IV, mungkin kelak ada yang tertarik mengikuti jejakku ;) menjadi pegawai BUMN. Ada 5 tahap tes dengan 8 jenis tes yang dilakukan:
-Tes Berkas
-Tes Kemampuan akademik, Bahasa Inggris, dan Pengetahuan Umum.
-Tes Kompetensi
Tes Psikologis tertulis
Diskusi kelompok
-Tes Kesehatan
Tes Kesehatan
Tes Komputer
Tes Wawancara Managemen
-Tes Wawancara Direksi
Model Tesnya tepat seperti nama tesnya.
Let's talk about the detail.
Salah satu contoh pertanyaan pengetahuan umum yang saya terima adalah "Dimanakah Pangeran William dan Putri Kate melangsungkan pernikahannya?".... Believe me, waktu yang saya gunakan untuk menjawab pertanyaan ini lebih cepat daripada waktu yang saya habiskan untuk menelaah faedah pertanyaan seperti ini di masa depan saya kelak di Pelindo IV... N still " I found nothing"..
Karena aku anak akuntansi, maka pertanyaan substantifnya kira2 seperti "neraca saldo disebut juga dengan?". Pilihan jawaban yang disediakan adalah a) Income Statement, b) Balance Sheet, c) Cash Flow dan d)Owner's Of Equity... OmaiGod, ini mah harusnya masuk kategori soal bahasa Inggris, MENCARI TERJEMAHAN KATA-KATA SUKAR :)
Pertanyaan yang sungguh keterlaluan hehe
Tes Psikologis dan Tes Kesehatannya menyangkut semua jenis tes yang dapat dilakukan dalam ruang tertutup. Tdk perlu membeli sepatu olahraga apalagi handuk, disini gag ada acara lari keliling lapangan apalagi cerita berlari di treadmill... Tidur yang cukup, banyak minum air putih dan makan makanan sehat, adalah tips untuk menghadapi tes ini DAN BAWA BEKAL AIR MINUM ATAU SNACK...
Cukup tentang tes tertulis, kita cerita hal yg lain saja...
Ada sebuah cerita pada tes kesehatan, cerita tentang seorang teman seperjuangan yang kebetulan bertemu di pintu keluar kantor Pelindo IV, saat akan tes kesehatan. Bertiga, aku, dia dan kakak lelaki-ku, bersama2 ke RS Wahidin. Mengetahui aku dan kakakku orang Toraja, dia langsung bercerita tentang wajah khas orang Toraja.
“Dagunya itu loh. Sm jidatnya. Jangan sampai deh aku dikira orang Toraja hanya karena daguku besar. Dagu boleh besar, tp jidat gag seluas lapangan terbang. Maklum aku orang Bugis”, ucapnya sambil tersenyum menggoda kakakku yang jidatnya memang luas “maaf yah kak, gag maksud menghina ”, tambahnya lagi dan kita bertiga pun tertawa ngakak.
Tiba di lobby RS Wahidin, kami menerima check list tes kesehatan. Ada banyak point tes yang harus dilakukan. Salah satunya adalah tes kejiwaan; Untungnya tes kejiwaan tidak masuk menuku hari itu, kalau tidak, bisa tidak lulus aku di tes itu . Namun pegawai CPNS Tana Toraja yang saat itu juga sedang Tes bersama kami, tidak lebih beruntung, mereka harus melalui tes tersebut. Singkat cerita aku akhirnya memenuhi semua point tersebut dan terpisah dengan teman baruku itu karena beda no antrian dan prioritas tes. Ketika aku akhirnya finish dan berjalan pulang tanpa sempat menyapa teman baruku itu (dia berada entah dimana) sebuah suara memanggilku dari gedung sebelah, Itu suara si teman baruku.
“darimana bu?” tanyaku bingung
“tes kejiwaan!”,jawabnya sambil melap keringat yang bercucuran, habis lari2 sih.
“laaaa, kita kan enggak. Itu hanya untuk pegawai CPNS Toraja”,jawabku sambil memeriksa check listnya.
“Serius lo? Sialan, aku dibodoh2in dong sama ibu berbaju kembang itu?”, jawabnya penuh emosi.
“Gag juga sih menurutku. Dia pasti tidak sengaja, mungkin mukamu mirip orang Toraja.”, kataku sambil berbalik pergi
“JANIIIIIIIIIIIIIIIIIII………………………… ”, teriaknya kesal dan aku hanya bisa tertawa ngakak…….
Tes wawancara. Salah satu pertanyaan pada wawancara tersebut adalah, “Bagaimana kalau kau sudah menikah dan harus mutasi ke luar kota padahal suamimu keberatan? Bagaimana posisi suami dan pekerjaan di hidupmu?” Jawabku, “Nanti cari suami yang siap jalan2 Pak, suami yang mencintai dan mengerti pekerjaan istrinya”. Tentu saja jawaban seperti itu mengundang pertanyaan seperti ini, “susah loh nyari suami seperti itu”. Sambil tersenyum aku menjawab, “Kalau gampang mah, saya sekarang sudah punya suami Pak hehehehe”.
Dan setelah semua tes itu. Disinilah aku sekarang, orang Toraja yang mengaku sebagai arek Suroboyo dan tersesat di Makassar. Welcome Pelindo IV.
powered by janiratna
Aku akan sedikit bercerita tentang tes Pelindo IV, mungkin kelak ada yang tertarik mengikuti jejakku ;) menjadi pegawai BUMN. Ada 5 tahap tes dengan 8 jenis tes yang dilakukan:
-Tes Berkas
-Tes Kemampuan akademik, Bahasa Inggris, dan Pengetahuan Umum.
-Tes Kompetensi
Tes Psikologis tertulis
Diskusi kelompok
-Tes Kesehatan
Tes Kesehatan
Tes Komputer
Tes Wawancara Managemen
-Tes Wawancara Direksi
Model Tesnya tepat seperti nama tesnya.
Let's talk about the detail.
Salah satu contoh pertanyaan pengetahuan umum yang saya terima adalah "Dimanakah Pangeran William dan Putri Kate melangsungkan pernikahannya?".... Believe me, waktu yang saya gunakan untuk menjawab pertanyaan ini lebih cepat daripada waktu yang saya habiskan untuk menelaah faedah pertanyaan seperti ini di masa depan saya kelak di Pelindo IV... N still " I found nothing"..
Karena aku anak akuntansi, maka pertanyaan substantifnya kira2 seperti "neraca saldo disebut juga dengan?". Pilihan jawaban yang disediakan adalah a) Income Statement, b) Balance Sheet, c) Cash Flow dan d)Owner's Of Equity... OmaiGod, ini mah harusnya masuk kategori soal bahasa Inggris, MENCARI TERJEMAHAN KATA-KATA SUKAR :)
Pertanyaan yang sungguh keterlaluan hehe
Tes Psikologis dan Tes Kesehatannya menyangkut semua jenis tes yang dapat dilakukan dalam ruang tertutup. Tdk perlu membeli sepatu olahraga apalagi handuk, disini gag ada acara lari keliling lapangan apalagi cerita berlari di treadmill... Tidur yang cukup, banyak minum air putih dan makan makanan sehat, adalah tips untuk menghadapi tes ini DAN BAWA BEKAL AIR MINUM ATAU SNACK...
Cukup tentang tes tertulis, kita cerita hal yg lain saja...
Ada sebuah cerita pada tes kesehatan, cerita tentang seorang teman seperjuangan yang kebetulan bertemu di pintu keluar kantor Pelindo IV, saat akan tes kesehatan. Bertiga, aku, dia dan kakak lelaki-ku, bersama2 ke RS Wahidin. Mengetahui aku dan kakakku orang Toraja, dia langsung bercerita tentang wajah khas orang Toraja.
“Dagunya itu loh. Sm jidatnya. Jangan sampai deh aku dikira orang Toraja hanya karena daguku besar. Dagu boleh besar, tp jidat gag seluas lapangan terbang. Maklum aku orang Bugis”, ucapnya sambil tersenyum menggoda kakakku yang jidatnya memang luas “maaf yah kak, gag maksud menghina ”, tambahnya lagi dan kita bertiga pun tertawa ngakak.
Tiba di lobby RS Wahidin, kami menerima check list tes kesehatan. Ada banyak point tes yang harus dilakukan. Salah satunya adalah tes kejiwaan; Untungnya tes kejiwaan tidak masuk menuku hari itu, kalau tidak, bisa tidak lulus aku di tes itu . Namun pegawai CPNS Tana Toraja yang saat itu juga sedang Tes bersama kami, tidak lebih beruntung, mereka harus melalui tes tersebut. Singkat cerita aku akhirnya memenuhi semua point tersebut dan terpisah dengan teman baruku itu karena beda no antrian dan prioritas tes. Ketika aku akhirnya finish dan berjalan pulang tanpa sempat menyapa teman baruku itu (dia berada entah dimana) sebuah suara memanggilku dari gedung sebelah, Itu suara si teman baruku.
“darimana bu?” tanyaku bingung
“tes kejiwaan!”,jawabnya sambil melap keringat yang bercucuran, habis lari2 sih.
“laaaa, kita kan enggak. Itu hanya untuk pegawai CPNS Toraja”,jawabku sambil memeriksa check listnya.
“Serius lo? Sialan, aku dibodoh2in dong sama ibu berbaju kembang itu?”, jawabnya penuh emosi.
“Gag juga sih menurutku. Dia pasti tidak sengaja, mungkin mukamu mirip orang Toraja.”, kataku sambil berbalik pergi
“JANIIIIIIIIIIIIIIIIIII………………………… ”, teriaknya kesal dan aku hanya bisa tertawa ngakak…….
Tes wawancara. Salah satu pertanyaan pada wawancara tersebut adalah, “Bagaimana kalau kau sudah menikah dan harus mutasi ke luar kota padahal suamimu keberatan? Bagaimana posisi suami dan pekerjaan di hidupmu?” Jawabku, “Nanti cari suami yang siap jalan2 Pak, suami yang mencintai dan mengerti pekerjaan istrinya”. Tentu saja jawaban seperti itu mengundang pertanyaan seperti ini, “susah loh nyari suami seperti itu”. Sambil tersenyum aku menjawab, “Kalau gampang mah, saya sekarang sudah punya suami Pak hehehehe”.
Dan setelah semua tes itu. Disinilah aku sekarang, orang Toraja yang mengaku sebagai arek Suroboyo dan tersesat di Makassar. Welcome Pelindo IV.
powered by janiratna
Friday, June 3, 2011
Pilem Korea Paling Sedih
Hari itu di kantin kantor, aku dan teman makan siangku sedang berdebat ttg pilem India yang sedang berkuasa. Ketika entah mengapa, pembicaraan kami berakhir pada sebuah cerita pilem korea yang baru2 ini aku tonton. Sebuah film yang kupilih atas rekomendasi salah satu teman perempuanku di kos berisik Karang Menjangan. Film Korea paling sedih.
***
Beberapa hari sebelumnya, Aku dan kedua teman perempuanku melonjak kegirangan. Seorang sahabat lama yang sekarang menetap di Bandung transit di Karang Menjangan dalam perjalanannya ke Bali. Sesuai daftar pesanan yang sdh dilist dari jauh2 hari, aku mendapat tas jeans kecil, teman perempuanku-1 dapat cardigan, dan teman perempuanku-2 dapat setumpukan CD bajakan hahay... (*salahkan pilihan pilem XXI dan 21 yang kebanting parah kalu dibandingin sm pilihan pilem-bajakankan-goes-to-mall. NGELES mode on).
Dari judulnya sih udah jelas yah, nih cerita bukan ttg tas jeans baruku atau cardigan baru teman perempuanku-1. Ini tentang CD Bajakan teman perempuanku-2.
Maka ketika sang teman lama melanjutkan perjalanannya ke Bali, kami langsung marathon pilem asing bajakan, tepatnya Korean and Thai Movie. Every little thing call love, Bangkok Traffic Love Story, dll yang aku lupa judulnya... Salah satunya adalah film Korea paling sedih yang pernah ku tonton.
***
Mengapa paling sedih? karena bahkan saat aku belum menghapal nama2 pemain yang muncul. Aku sudah meneteskan air mata dan itu terus berlangsung hingga akhir cerita. Ceritanya tentang.. hmmmmm.. aku lupa.. huaaah... Jujur, smp film itu berakhir, aku tidak hapal nama pemainnya, bahkan tidak cukup mengerti jalan ceritanya..Jd mengapa aku bisa menangis?
sederhana, teman perempuanku-2 yang menonton bersamaku, selaku pemberi ide dipilhnya film itu (aka: sudah pernah nonton 2 kali sebelumnya), menangis secepat film itu dimulai. Dan karena aku terkenal sebagai orang yang senang meniru, maka, menangislah kami berdua dengan volume keras, di tengah malam, di lantai 2 kos, di awal film yang ceritanya masih gag jelas.............
***
Sumpah, aku belum pernah menangis sekeras itu demi sebuah film Korea. Dan karenanya, kuputuskan bahwa film yang aku lupa judulnya itu adalah film korea paling sedih yang pernah ku tonton. Secara dia bisa membuatku menangis ala artis bollywood hanya dengan melihat tulisan judul di awal film.. ckckckck...
***
Psssstttt....aku masih belum ingat judul film itu hingga hari ini...
powered by janiratna
***
Beberapa hari sebelumnya, Aku dan kedua teman perempuanku melonjak kegirangan. Seorang sahabat lama yang sekarang menetap di Bandung transit di Karang Menjangan dalam perjalanannya ke Bali. Sesuai daftar pesanan yang sdh dilist dari jauh2 hari, aku mendapat tas jeans kecil, teman perempuanku-1 dapat cardigan, dan teman perempuanku-2 dapat setumpukan CD bajakan hahay... (*salahkan pilihan pilem XXI dan 21 yang kebanting parah kalu dibandingin sm pilihan pilem-bajakankan-goes-to-mall. NGELES mode on).
Dari judulnya sih udah jelas yah, nih cerita bukan ttg tas jeans baruku atau cardigan baru teman perempuanku-1. Ini tentang CD Bajakan teman perempuanku-2.
Maka ketika sang teman lama melanjutkan perjalanannya ke Bali, kami langsung marathon pilem asing bajakan, tepatnya Korean and Thai Movie. Every little thing call love, Bangkok Traffic Love Story, dll yang aku lupa judulnya... Salah satunya adalah film Korea paling sedih yang pernah ku tonton.
***
Mengapa paling sedih? karena bahkan saat aku belum menghapal nama2 pemain yang muncul. Aku sudah meneteskan air mata dan itu terus berlangsung hingga akhir cerita. Ceritanya tentang.. hmmmmm.. aku lupa.. huaaah... Jujur, smp film itu berakhir, aku tidak hapal nama pemainnya, bahkan tidak cukup mengerti jalan ceritanya..Jd mengapa aku bisa menangis?
sederhana, teman perempuanku-2 yang menonton bersamaku, selaku pemberi ide dipilhnya film itu (aka: sudah pernah nonton 2 kali sebelumnya), menangis secepat film itu dimulai. Dan karena aku terkenal sebagai orang yang senang meniru, maka, menangislah kami berdua dengan volume keras, di tengah malam, di lantai 2 kos, di awal film yang ceritanya masih gag jelas.............
***
Sumpah, aku belum pernah menangis sekeras itu demi sebuah film Korea. Dan karenanya, kuputuskan bahwa film yang aku lupa judulnya itu adalah film korea paling sedih yang pernah ku tonton. Secara dia bisa membuatku menangis ala artis bollywood hanya dengan melihat tulisan judul di awal film.. ckckckck...
***
Psssstttt....aku masih belum ingat judul film itu hingga hari ini...
powered by janiratna
Wednesday, May 18, 2011
Suatu kisah tentang GO GREEN, bukti transaksi ATM dan call centre.
Hawa panas menusuk, sudah menyerang bumi ku berhari2... dan karenanya seruan GO GREEN kemudian menjamur di bumi ini, termasuk di kotaku. Aku yang mengklaim diri sebagai salah satu mahluk jenis manusia yang cinta bumi dan ingin berpartisipasi pada GO GREEN, memulainya dengan cara sederhana. Tidak mencetak bukti transaksi ATM. Memang sih tidak signifikan, menurut ilmu kalkulatorisme, secarik kertas bukti transaksi ATM hanya menghabiskan kayu seukuran korek api. TETAPI setidaknya, dengan melakukan itu, aku sdh melakukan perubahan terhadap kayu-seukuran-korek-api-yang-harusnya-jadi-bukti-transaksi-ATM-ku. Hidup GO GREEN.
Hari Jumat, beberapa minggu yang lalu. Untuk kesekian kalinya aku mengantri di ATM kantor, mengambil duit jatah weekend :)...
Setelah memilih transaksi penarikan tunai dan memilih nilai transaksi, duit segera mengalir. Proses itu dilanjutkan dengan pertanyaan, ingin melanjutkan transaki lagi? NO. Ingin mencetak bukti transaksi? NO.. Dan aku tersenyum bangga... HIDUP GO GREEN... selamat melanjutkan hidup dengan tenang wahai pohon2 di Indonesia.
Lalu aku berlalu pergi.
Sehari kemudian, di hari Sabtu yang menyenangkan, di minimarket dekat kos, kukeluarkan duit 50 rb perak dari dompet sambil melirik ke tempat kartu di dompetku... Dan Oh-em-gi........ kartu ATM ku hilang!!!
Maka dimulailah perjalanku kembali ke jaman batu, jaman dimana manusia menikmati hidup tanpa ATM. Dan bagian paling buruknya adalah fakta bahwa aku harus menetap di jaman itu selama 2 minggu, menunggu kartu ATM-ku kembali ke kantor pusat. BAGUS...
Mw apa2 mikir, duit cash pas2an. Mw karoke, harus pinjam kiri kanan sangking lupa bw duit cash dari kos. Mw transfer beli pulsa, kagak mungkin lah... SIKSA...
Ribuan tetes keringat dan limpahan airmata kukorbankan hingga dua minggu itu berlalu. Maka ketika dua minggu itu berlalu, takkan kusiakan lebih banyak lagi keringat dan airmata, aku langsung menelpon call centre bank langgananku.
Call centre: "B*I selamat pagi, dengan Ifa (*nama samaran),bisa dibantu?", sebuah suara ibu2 yang lemas menyapaku...
Aku:"selamat pagi Ibu... ini dengan Jani. Ibu, kartu ATM-ku beberapa hari yang lalu hbs ketelan di mesin ATM kantor. Sdh diambil belum yah Ibu? sekarat neeeeh :) " (ucapku dengan semangat dan penuh keceriaan, ala ibu call centre biasnya)
Call centre: "Oh..", oh???? gag salah nih kata keluar dari mulut call centre? mungkin aku salah dengar
Aku:" iya ibu, ketelan kartunya,apa udah diambil yah?", masih dengan semangat '45...
Call centre: "Maaf, namanya siapa Bu? Bisa menginformasikan alamat kantornya dimana?", ucapnya dengan nada yang DATAAAAAAAAAAAAAR habis...heeh gag mungkin aku salah dengar berkali2!
Aku:" nama lengkap Janiratna, dr kantor ****** ", masih dengan semangat '45 sambil mengerutkan dahi.. ini call centre atu apa yah?
Call centre:"bentar ibu yah", ucapnya bahkan dengan nada yang hampir tidak kedengaran... GILA, kala semangat ibu call centre dibanding aku.. yang call centre yang mana coba?
Call centre:"sdh ada ibu, bisa diambil di jam kerja di kantor pusat di ******, harap membawa buku tabungan dan kartu tanda penduduk",ucapnya masih selemas sebelumnya.
Aku:"oh Puji Tuhan...", aku usili ajah deeeh
Aku:"Jam kerja di hari Sabtu bisa gag Ibuuuuu?"
Call centre:"HA...?!", hahaha akhirnya volume suaranya lebih masuk akal.
Call centre:"hehehe jam kerja di hari kerja ibu..", sudah ada senyum di suaranya... hahaha
Aku:"Kan gag ada salahnya mencoba, yah sudah deh.. makasih yah ibu", ucapku dengan smiling voice kelas wahid sesat sebelum menutup telepone.
Kulirik jam di layar PC ku, emang sih udah jam 3 sore.. tp tetap ajah booo gag pantas deh kalu karena hawa2 jam pulang, membuat si ibu entah-siapa-nama-sebenarnya-karena-aku-sudah-lupa mendapat gelar CALL CENTRE PALING AJAIB TAHUN 2011 versi Janiratna hehehehe
powered by janiratna
Hari Jumat, beberapa minggu yang lalu. Untuk kesekian kalinya aku mengantri di ATM kantor, mengambil duit jatah weekend :)...
Setelah memilih transaksi penarikan tunai dan memilih nilai transaksi, duit segera mengalir. Proses itu dilanjutkan dengan pertanyaan, ingin melanjutkan transaki lagi? NO. Ingin mencetak bukti transaksi? NO.. Dan aku tersenyum bangga... HIDUP GO GREEN... selamat melanjutkan hidup dengan tenang wahai pohon2 di Indonesia.
Lalu aku berlalu pergi.
Sehari kemudian, di hari Sabtu yang menyenangkan, di minimarket dekat kos, kukeluarkan duit 50 rb perak dari dompet sambil melirik ke tempat kartu di dompetku... Dan Oh-em-gi........ kartu ATM ku hilang!!!
Maka dimulailah perjalanku kembali ke jaman batu, jaman dimana manusia menikmati hidup tanpa ATM. Dan bagian paling buruknya adalah fakta bahwa aku harus menetap di jaman itu selama 2 minggu, menunggu kartu ATM-ku kembali ke kantor pusat. BAGUS...
Mw apa2 mikir, duit cash pas2an. Mw karoke, harus pinjam kiri kanan sangking lupa bw duit cash dari kos. Mw transfer beli pulsa, kagak mungkin lah... SIKSA...
Ribuan tetes keringat dan limpahan airmata kukorbankan hingga dua minggu itu berlalu. Maka ketika dua minggu itu berlalu, takkan kusiakan lebih banyak lagi keringat dan airmata, aku langsung menelpon call centre bank langgananku.
Call centre: "B*I selamat pagi, dengan Ifa (*nama samaran),bisa dibantu?", sebuah suara ibu2 yang lemas menyapaku...
Aku:"selamat pagi Ibu... ini dengan Jani. Ibu, kartu ATM-ku beberapa hari yang lalu hbs ketelan di mesin ATM kantor. Sdh diambil belum yah Ibu? sekarat neeeeh :) " (ucapku dengan semangat dan penuh keceriaan, ala ibu call centre biasnya)
Call centre: "Oh..", oh???? gag salah nih kata keluar dari mulut call centre? mungkin aku salah dengar
Aku:" iya ibu, ketelan kartunya,apa udah diambil yah?", masih dengan semangat '45...
Call centre: "Maaf, namanya siapa Bu? Bisa menginformasikan alamat kantornya dimana?", ucapnya dengan nada yang DATAAAAAAAAAAAAAR habis...heeh gag mungkin aku salah dengar berkali2!
Aku:" nama lengkap Janiratna, dr kantor ****** ", masih dengan semangat '45 sambil mengerutkan dahi.. ini call centre atu apa yah?
Call centre:"bentar ibu yah", ucapnya bahkan dengan nada yang hampir tidak kedengaran... GILA, kala semangat ibu call centre dibanding aku.. yang call centre yang mana coba?
Call centre:"sdh ada ibu, bisa diambil di jam kerja di kantor pusat di ******, harap membawa buku tabungan dan kartu tanda penduduk",ucapnya masih selemas sebelumnya.
Aku:"oh Puji Tuhan...", aku usili ajah deeeh
Aku:"Jam kerja di hari Sabtu bisa gag Ibuuuuu?"
Call centre:"HA...?!", hahaha akhirnya volume suaranya lebih masuk akal.
Call centre:"hehehe jam kerja di hari kerja ibu..", sudah ada senyum di suaranya... hahaha
Aku:"Kan gag ada salahnya mencoba, yah sudah deh.. makasih yah ibu", ucapku dengan smiling voice kelas wahid sesat sebelum menutup telepone.
Kulirik jam di layar PC ku, emang sih udah jam 3 sore.. tp tetap ajah booo gag pantas deh kalu karena hawa2 jam pulang, membuat si ibu entah-siapa-nama-sebenarnya-karena-aku-sudah-lupa mendapat gelar CALL CENTRE PALING AJAIB TAHUN 2011 versi Janiratna hehehehe
powered by janiratna
Tuesday, May 3, 2011
Begitu banyak ide, begitu tak ada waktu
Saat ini, seperti hari kemarin dan kemarinnya lagi.. saat ini aku ada di depan PC (saat semua orang di sekitarku mulai memakai laptop, aku masih setia pada PC ku ini. I Love My PC). Buka Facebook, bosan. Buka Excel urusi kerjaan malah jadi BT ( huaaah maaf managerku tersayang )..
Maka disinilah aku, depan PC memelototi blog ku.
Ingin menulis, tapi bingung akan nulis yang mana dulu? mau dimulai bagaimana? gimana cara penceritaannya?... (bukan lebay bukan sombong, tp tumpukan ide di my blue notebook sudah cukup panjang, tp sejauh ini, mereka masih sebatas ide, belum menjadi tulisan berarti)
Maka sebuah kalimat pun terbersit.
Begitu banyak ide, begitu tak ada waktu.
kebalikan dari masa2 membuat skripsi dulu. Begitu banyak waktu, begitu tak ada ide... (hahahahaha emang jd mahasiswi adalah masa2 paling seenak udel )..
Seenak udel.. hmmm aku pertama mendengar istilah ini dari sebuah film lepas di masa putih merah ku dulu. Mengapa mesti udel? mengapa bukan otak? mengapa bukan hati? dan mengapa pula mesti seenak? mengapa bukan setidak enak? mengapa bukan seimut2? ckckckck.... dasar bikin istilah ko seenak udel.. emang enak tuh udel (halaaaaa mbullet)
Kembali ke laptop, eh ke PC. Ada begitu banyak ide, begitu tidak ada waktu (baca: malas meluangkan waktu) untuk mengolah ide2 itu. Dan karena itu, maafkan aku my blue notebook.... dirimu sejauh ini hanya jd gudang untuk menulis raw idea tanpa ada kemajuan yang berarti..
Seperti kata temanku, saat pertama kali mencoba posting di blognya.
"halah.. bener2 kayak gag ada kerjaan lain ajah", ucapnya hanya beberapa detik sebelum dia menutup blognya (believe me, hingga hari ini, blognya belum berisi apa2, bahkan belum memasukkan foto dan mengedit profile)..
Jadi dapat diambil summary, I'm not alone...Jiaaaaah... (nyari konco mode on)
suatu hari nanti my blue notebook... (janjiku di dalam hati), aku akan memperjuangkanmu diantara semua kemalasan ini, sehingga kalimatnya akan berubah.
"Begitu banyak ide, begitu banyak waktu...."
powered by janiratna
Maka disinilah aku, depan PC memelototi blog ku.
Ingin menulis, tapi bingung akan nulis yang mana dulu? mau dimulai bagaimana? gimana cara penceritaannya?... (bukan lebay bukan sombong, tp tumpukan ide di my blue notebook sudah cukup panjang, tp sejauh ini, mereka masih sebatas ide, belum menjadi tulisan berarti)
Maka sebuah kalimat pun terbersit.
Begitu banyak ide, begitu tak ada waktu.
kebalikan dari masa2 membuat skripsi dulu. Begitu banyak waktu, begitu tak ada ide... (hahahahaha emang jd mahasiswi adalah masa2 paling seenak udel )..
Seenak udel.. hmmm aku pertama mendengar istilah ini dari sebuah film lepas di masa putih merah ku dulu. Mengapa mesti udel? mengapa bukan otak? mengapa bukan hati? dan mengapa pula mesti seenak? mengapa bukan setidak enak? mengapa bukan seimut2? ckckckck.... dasar bikin istilah ko seenak udel.. emang enak tuh udel (halaaaaa mbullet)
Kembali ke laptop, eh ke PC. Ada begitu banyak ide, begitu tidak ada waktu (baca: malas meluangkan waktu) untuk mengolah ide2 itu. Dan karena itu, maafkan aku my blue notebook.... dirimu sejauh ini hanya jd gudang untuk menulis raw idea tanpa ada kemajuan yang berarti..
Seperti kata temanku, saat pertama kali mencoba posting di blognya.
"halah.. bener2 kayak gag ada kerjaan lain ajah", ucapnya hanya beberapa detik sebelum dia menutup blognya (believe me, hingga hari ini, blognya belum berisi apa2, bahkan belum memasukkan foto dan mengedit profile)..
Jadi dapat diambil summary, I'm not alone...Jiaaaaah... (nyari konco mode on)
suatu hari nanti my blue notebook... (janjiku di dalam hati), aku akan memperjuangkanmu diantara semua kemalasan ini, sehingga kalimatnya akan berubah.
"Begitu banyak ide, begitu banyak waktu...."
powered by janiratna
Sunday, May 1, 2011
Autis
Aku sedang duduk di depan komputer kantor ketika seorang teman berbicara pada telpon di telinga kanannya, sambil menoleh ke arahku. “Kok Jani sekarang jd autis sih?”
Aku langsung berhenti dari kesibukanku menghitung tagihan vendor. Melongo menatap tetangga kubikel ku itu. Dan mulailah pikiranku mengelana. Pertama pengelanaanku berhenti pada apa arti Autis versi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Autis menurut KBBI dianggap sebagai gangguan perkembangan pada anak yang berakibat tidak dapat berkomunikasi dan tidak dapat mengekspresikan perasaan dan keinginannya sehingga perilaku hubungan dengan orang lain menjadi terganggu.
Untuk tidak berkomunikasi dan tidak mengekspresikan perasaan dan keingingan, aku mengaku bersalah. Perilaku hubungan dengan orang lain menjadi terganggu, aku mau tidak mau harus mengaku bersalah (tetangga kubikelku adalah orang yang membantuku untuk mengakuinya)..Hmmm kalu melihat pada arti ini, mungkin saja aku memang autis huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah.......... MUNGKIN
Pengelanaan keduaku berakhir pada suatu sesi gossip bersama teman2 rumpi ku (latar belakang: suara pembawa acara musik sore TV dan bunyi tak tik tuk toing… bunyi BB)
Teman Rumpi 1: “udah dengar gossip terbaru belum?”
Teman Rumpi 2: “Apa? Rencana jalan2 ke pantai?”
Teman Rumpi 1: “bukan… si C jadian sama ehem ehem..”
Teman Rumpi 3: ….. (tak ada suara, hanya suara pembawa acara musik sore dan bunyi tak tik tuk toing… bunyi BB)
Aku: (sambil menjawil si C) “digosipin kok diam ajah?”
Teman Rumpi 3: …..“hmmmm”, dilatarbelakangi suara pembawa acara musik sore dan bunyi tak tik tuk toing… bunyi BB, si teman Rumpi 3 sedang berada di dunia BB..
Teman Rumpi 1 dan 2: “Sia sia Jeung..dia lagi autis”
Untuk tidak berkomunikasi dan tidak mengekspresikan perasaan dan keingingan, Yes She Does. Perilaku hubungan dengan orang lain menjadi terganggu, Yes She Is.
Hmmmm mungkinkah aku seorang autis yang berteman dengan sesama autis lain tanpa menyadarinya????….
huuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh
Pengelanaan ketigaku bearkhir pada suatu tulisan yang pernah kubaca, dulu sekali.
Tentang, Nerd, Geek, dan Dork VS Autis.
Nerd: Orang yang sangat ahli di dalam bidang intelektual tertentu. Bahkan karena saking ahlinya terhadap bidang itu, seluruh hidupnya pun berpusat kepada bidang intelektualitas tersebut
Geek: Orang yang punya minat luar biasa di dalam bidang tertentu. Tidak harus intelektual. Misalnya tergila-gila pada Star Wars,pemrograman, mobil sport, gadget, dsb. Geek biasanya kurang bisa bergaul dengan orang yang di luar golongannya, tapi gaul banget kalau ada di tengah-tengah sesama geek.
Dork: Orang yang sangat bodoh dan anti sosial gara-gara kegoblokannya. Ini suatu penghinaan. Orang ini menganggap dirinya cool karena berbeda dari orang lain, padahal orang lain menganggap dirinya geblek. Jadi seorang dork menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak populer.Selain anti-sosial, dia juga bukan ahli di dalam bidang-bidang intelektualitas tertentu.
Sedang Autis adalah Orang yang punya dunia sendiri dan lemah dalam interaksi sosial. Bedanya dengan geek, nerd, dan dork. ini bukan soal kecerdasan dan minat, tapi masalah psikologi. Kelainan jiwa atau kelainan otak. Jadi obatnya dalah ke psikiater.
Pengelanaan berakhir. Aku kembali ke kubikel kantorku, pada kursi di depan tumpukan invoice.
Aku teringat pada Teman Rumpi 3 ku, sepertinya, teman rumpiku ini masih terselamatkan, dia harusnya masuk kelompok Geek. BB Geek. (thanks GOD, temanku tidak autis :) )
Sedangkan aku
Nerd??? aku rasanya tidak sepintar itu deh
Geek??? aku gag punya golongan tertentu.
Dork??? Menurutku ini sdh jelas.. gag aku banget..
Autis??? TENTU TIDAK…
Dan aku melihat ke tentangga kubikelku dan tersenyum....
"Bukan autis cin, hanya meng-autiskan diri"
powered by janiratna
Subscribe to:
Posts (Atom)
stay strong sangbaine
seorang temanku meninggal hari ini temanku yang adalah suami dari temanku juga masih muda pastinya anak2nya juga masih kecil2 sekali ada tig...
-
Dan... We finally got pregnant! Yay! Kantong janinnya sdh kelihatan, mohon doanya semoga minggu depan, janinnya sudah kelihatan juga...
-
Dan akhirnya, aku melihat dia dan paham Mengapa dengan yang lain sebelumnya Tuhan seperti tak pernah mendengar doaku Lalu sambil meme...
-
Hariku berat. Menyelesaikan laporan keuangan kantor cabang yang sungguh berantakan. Mencari selisih penca...