Thursday, November 17, 2011

Bukan Cinta yang Salah

Sepotong percakapan di kursi kuningan depan bandara.

“Nanti jangan lupa sms kalau sudah mendarat”

“Lupa yah kalau aku tidak boleh sms?”

"Huft......", hanya ada helaan nafas untuk menjawab pertanyaan itu...

“Tiketnya gak ketinggalan kan?”

Sosok di kanan kursi lalu sibuk membuka postman bag-nya

“Ada kok”

“Baguslah... “

Dan hening untuk waktu yang cukup lama.

“Besok jangan lupa ngatur jam weker yang kubelikan kemarin, aku gak akan bisa bangunin kamu lagi”, ucap sosok di kanan kursi.

“Hmmm...”, Hanya ada gumaman sebagai jawaban.

“Aku serius. Kamu sudah telat empat kali loh bulan ini”

“Iyyaaa....”, akhirnya sebuah kata menjadi jawabnya dan hening lagi.

“Serius.... aku gak akan bangunin lagi. Kamu harus biasakan diri ngatur jam weker kalau tidak mau gajimu dipotong lagi bulan ini”

Dia yang diberi nasihat hanya mengangguk tanpa suara dan juga tanpa menoleh menatap lawan bicaranya.

Sosok di kanan kursi lalu melirik ponsel yang berkedip2 merah dan mengeluh.

Dia sudah tahu isi pesan yang masuk tanpa perlu membacanya.

“Udah waktunya aku pergi”, ucapnya sambil meraih ponsel dan melemparkannya ke dalam posman bag-nya. Berdiri, dia merapikan baju dan menoleh ke sisi kiri kursi.

“Gak usah ngantar ke dalam. Kita berpisah di sini saja”, ucapnya pada sosok di kiri kursi ketika melihat dia ikutan berdiri merapikan celananya.

“Aku berangkat sekarang” ucapnya lagi sambil berbalik pergi.

“Sampai jumpa lagi?”, ucap sosok di kiri kursi pada punggung menjauh di depannya. Kalimat yang membuat sosok menjauh itu seketika berhenti namun tidak menoleh.

“Sampai jumpa lagi?.. Kamu sadar tidak, kalimat mu itu bernada tanya.. Bukan pertanyaan tetapi juga bukan janji “

“Kadangkala” , lanjutnya “Akan lebih baik bila tidak mengucapkan apa-apa...”, ucapnya lagi sambil berlalu pergi.

Sosok di kursi itu berlari mengejar, menarik postman bagnya lalu menarik dia kepelukannya.

“Aku akan sangat merindukanmu”, ucapnya pada rambut sosok yang hendak berlalu pergi itu.

“Aku juga akan merindukanmu", balasanya, "Tetapi waktu akan membuat rindu itu perlahan menghilang hingga akhirnya kita akan saling melupakan. Seperti itulah dunia akan membentuk kita”, balas sosok yang hendak berlalu pergi pada punggung yang memeluknya. Dieratkannya pelukan itu sedikit lebih lama untuk kemudian melepaskannya.

“Selamat tinggal!”, ucapnya segera sambi berlalu pergi dan tidak menoleh lagi.


“Aku cinta kamu!”, ucap sosok yang ditinggalkan pada punggung yang berlalu pergi dan makin jauh.

“Apa yang salah dengan kalimat itu. Mengapa dunia memisahkan kita hanya karena kalimat itu”, ucapnya lebih pada angin.


Aku... yang berdiri tidak jauh dari mereka, mengamati dalam diam untuk kemudian berteriak

“CUT!”, dan berlari mendekat pada mereka berdua yang sudah lebih dulu kembali pada kursi kuningan.

“Gila, akting kalian bagus banget. Siapa pun yang melihat,pasti mengira kalian beneran lesbi. Perasaannya dapat banget. Good Job!”, ucapku pada mereka yang hanya dibalas dengan acungan jempol oleh Gadis dari kanan kursi sedangkan Dara di kiri kursi hanya menunduk.

“Okay, kita pindah ke lokasi selanjutnya yah”, ucapku lagi sambil melihat mereka bangkit berdiri dari kursi kuningan itu.

“Bang, move move!”, teriakku pada kameramen sambil berlalu pergi meninggalkan mereka berdua. Mengabaikan ekspresi sedih di wajah Dara, Pura-pura tidak melihat tangan Gadis yang meremas perlahan tangan Dara dengan erat di belakang punggung, jauh dari pemandangan orang lain.


Aku teringat pada salah satu scene dalam film yang kami buat ini. Pada satu dialog dalam scene itu.


Aku Cinta Kamu. Subjek Predikat Objek. Tidak ada yang salah dengan kalimat itu. Dan dunia pun tidak marah pada kalimat itu.

Hanya saja, Mengapa predikat Cinta yang dipilih saat subjek dan objeknya adalah Dara dan Gadis.

Sungguh bukan Cinta yang salah, bukan juga Dara atau Gadis.

Hanya saja, dunia yang kita hidupi ini, tidak ingin membiarkan seorang Dara mencintai Gadis.

2 comments:

stay strong sangbaine

seorang temanku meninggal hari ini temanku yang adalah suami dari temanku juga masih muda pastinya anak2nya juga masih kecil2 sekali ada tig...